- Rea Kaltim Gelar Pelatihan UMKM untuk Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Desa
- Oh House Project Inisiasi Beauty Class bagi Muda-Mudi Handil
- PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Lapangan Semberah
- Bupati Kutim Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional
- Wabup Kutim Patok 3 Persen Turunkan Angka Stunting Setiap Tahun
- Wabup Kutim Apresiasi Pengukuhan Kopda Borneo
- Mahyunadi Harap Aparatur Mampu Mengoptimalkan Infrastruktur Digital
- Bupati Apresiasi Petani Melon di Teluk Pandan, Hasilkan 30 Ton Sekali Panen
- Bupati Buka Kejurprov Arm Wrestling 2025
- Kukar Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan, Bupati Aulia Rahman Basri Apresiasi Tim Percepatan
Pembenahan Objek Wisata Puncak Bukit Biru

Keterangan Gambar : Objek Wisata Bukit Biru, Desa Sumber Sari
KUKAR – Pemerintahan Desa Sumber Sari selain memiliki pengembangan sektor pertanian juga sedang berupaya agar desanya dijadikan desa wisata. Di Desa ini terdapat objek wisata Puncak Bukit Biru yang bisa menjadi ikon desa dan punya nilai jual khusus.
Dalam beberapa tahun terakhir Objek wisata Puncak Bukit Biru selalu ramai dikunjungi wisatawan dari dalam dan luar daerah. Sejak selama terjadi pandemi Covid-19, objek wisata tersebut ditutup untuk sementara, sesuai kesepakatan pemerintah desa bersama masyarakat.
“Karena pengunjungnya jauh-jauh, jadi ada kekhawatiran warga kita agar wisata kita ditutup sementara,” ujar Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno.
Baca Lainnya :
- PLTS Untuk Solusi Pemenuhan Listrik Kawasan Terpencil0
- Metode Full Mekanisasi Pertanian 0
- Pokdarwis Desa Pela Miliki Prestasi Hingga Tingkat Nasional0
- KWT Bantu Penguatan Ketahanan Pangan Kukar0
- Kukar Pintar dan Kukar Cerdas Program Terbaik dari 20 Kabupaten/Kota0
Dirinya menyebutkan potensi objek wisata Puncak Bukit Biru cukup menjanjikan, hanya saja belum tergarap secara maksimal. Pihaknya berupaya perlahan membenahi objek wisata tersebut. Sutarno mengaku pihaknya akan mulai melakukan pembenahan infrastruktur dan sumber daya manusianya terlebih dahulu.
“Akan kita tata dan kita benahi, karena potensinya cukup bagus. Pengunjung dan pasarnya sudah ada, tinggal manajemennya saja yang akan kita benahi,” jelasnya.
Ia pun mengatakan sejumlah anggota legislatif dari DPRD Kukar maupun DPRD Kaltim aktif membantu mendukung pengaggaran dan pembiayaan pengembangan objek wisata tersebut. Pada tahun 2021, pihaknya akan membuat master plan objek wisata tersebut, dengan dukungan pembiayaan dari anggota DPRD Kaltim.
“Dari master plan tersebut kita akan menentukan darimana kita mulai melakukan pembenahan wisata kita, sehingga bisa tertata dengan baik,” tutup Sutarno.(adv/kn1)











