- Rea Kaltim Gelar Pelatihan UMKM untuk Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Desa
- Oh House Project Inisiasi Beauty Class bagi Muda-Mudi Handil
- PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Lapangan Semberah
- Bupati Kutim Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional
- Wabup Kutim Patok 3 Persen Turunkan Angka Stunting Setiap Tahun
- Wabup Kutim Apresiasi Pengukuhan Kopda Borneo
- Mahyunadi Harap Aparatur Mampu Mengoptimalkan Infrastruktur Digital
- Bupati Apresiasi Petani Melon di Teluk Pandan, Hasilkan 30 Ton Sekali Panen
- Bupati Buka Kejurprov Arm Wrestling 2025
- Kukar Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan, Bupati Aulia Rahman Basri Apresiasi Tim Percepatan
Pesona Wisata Di Desa Budaya Lekaq Kidau

Keterangan Gambar : Tarian Kancet Pepatai
KUKAR – Desa Lekaq Kidau berada di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa budaya mayoritasnya merupakan suku Dayak Kenyah.
Untuk menuju Desa Lekaq Kidau, kita bisa melalui jalan darat dengan waktu tempuh hampir 1 jam atau bisa juga menggunakan jalur perairan sungai mahakam dengan menggunakan kapal dengan perkiraan 4 hingga 5 jam.
Lekaq Kidau sendiri merupakan bahasa dayak yang artinya daerah yang subur dan dulunya merupakan daerah pertanian.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Ekonomi Kreatif Di Kukar 0
- Mengembangkan Teknik Padi Apung0
- Dinas P3A Kukar Tingkatkan Peran Satgas PATBM0
- Pemilih Pemula Dibidik Berpartisipasi Pada Pilkada0
- Ketersediaan Beras Di Kukar Surplus0
Saat berkunjung ke desa ini dan tiba di Lamin Amin Pemung Tawai, kita akan disambut dengan tarian Kancet Nyelama Sakai, selanjutnya disuguhkan dengan tarian Kancet Pepatai yang menceritakan tentang memperebutkan seorang wanita cantik jelita dan ditutup dengan Kancet Kreasi Temengang Madang yang menyimbolkan perdamaian antara masyarakat Dayak Kenyah.
“Jumlah warga desa disini sebanyak 686 jiwa atau 154 kepala keluarga, dirinya berharap adanya akses jalan yang baik untuk meningkatkan kunjungan ke desanya,” jelas Adang, Pj. Kades Lekaq Kidau.
Agar tidak punah seiring zaman, pihaknya juga aktif melibatkan para pemuda setempat untuk melestarikan budaya yang ada di Desa Lekaq Kidau, agar budaya dan tradisi leluhur ini tidak punah karena tidak adanya regenerasi.
“Kita juga membina para pemuda disini agar bisa melestarikan budaya yang ada, dan di lamin amin pemung tawai inilah pusat kegiatan masyarakat Desa Lekaq Kidau,” tambahnya.
Adang berharap dengan adanya regenerasi terhadap tradisi budaya, serta didukung infrastruktur yang baik. Diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.(adv/kn1)











