Memahami Kebutuhan Gizi Anak untuk Tumbuh Optimal
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Desa Purwajaya menggelar Rembug Stunting bertema “Pencegahan dan Penanganan Stunting” pada Kamis (12/7/2025) di Balai Pertemuan Umum Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan.
Hadir sebagai narasumber Kepala UPTD Puskesmas Loa Janan, Rusliansyah Efendi bahas secara mendalam materi yang berjudul “Tantangan dan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting dan Masalah Gizi. Pengertian stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dirinya juga menjelaskan bahwa stunting bukan hanya terlihat dari tinggi badan yang pendek, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak, daya tahan tubuh yang lemah, dan risiko penyakit di masa dewasa.
Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa peran keluarga khususnya orang tua menjadi kunci utama dalam upaya mencegah stunting sejak dini. "Masih banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, dan kebiasaan hidup bersih," ucapnya.
Pembahasan juga menyentuh pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi, serta peran aktif Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak. Selain itu, dibahas strategi penanganan stunting secara terintegrasi melalui edukasi keluarga, pendampingan ibu hamil, sanitasi lingkungan, dan koordinasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Beliau juga mengulas beberapa tantangan yang umum dihadapi di masyarakat, seperti minimnya pengetahuan gizi, akses terbatas terhadap makanan bergizi, serta kebiasaan pemberian makanan instan pada balita. "Untuk mengatasi hal ini, keluarga harus menjadi aktor aktif dalam menjaga tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi selama masa kehamilan hingga pemantauan berat dan tinggi badan anak secara rutin melalui Posyandu," tambahnya.
Forum ini menghasilkan sejumlah komitmen bersama, di antaranya peningkatan frekuensi sosialisasi gizi ke keluarga, pelatihan kader Posyandu dan BKB, serta sinergi antara pemerintah desa dan puskesmas untuk intervensi langsung terhadap kasus anak berisiko stunting. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Purwajaya yang bebas stunting dan lebih siap membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN