Disdikbud Kukar Genjot Partisipasi PAUD
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Rendahnya angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kukar. Temuan perbedaan data antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mengungkap adanya sekitar 10 ribu anak usia PAUD yang belum terdaftar di lembaga pendidikan formal.
Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, menyebut kondisi ini menunjukkan masih lemahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan prasekolah.
“Dari selisih data tersebut terlihat jelas banyak anak yang seharusnya sudah masuk PAUD, namun belum terdaftar. Ini menjadi perhatian kami untuk segera meningkatkan akses dan partisipasi,” ujar Pujianto.
Ia menegaskan, anak yang mengikuti PAUD memiliki kesiapan yang jauh lebih baik saat memasuki pendidikan dasar, baik dari sisi emosional, sosial, maupun akademik. Sebaliknya, anak yang tidak melalui pendidikan prasekolah cenderung mengalami kesulitan adaptasi di awal sekolah.
Sebagai respons terhadap persoalan ini, Disdikbud Kukar mulai menyusun strategi percepatan partisipasi PAUD melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Pemerintah kecamatan, desa, lembaga PAUD, serta Bunda PAUD di tiap kecamatan akan dilibatkan dalam kampanye kesadaran pendidikan usia dini.
Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun yang saat ini baru 63 persen, menuju target 70–80 persen dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami ingin memastikan masa depan pendidikan anak-anak Kukar dimulai sejak usia dini. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan layak sejak awal kehidupannya,” tegas Pujianto. (adv/disdikbudkukar/kn5/rhi)
adminKN