Dispar Kukar Lakukan Pembenahan Pulau Kumala

Segera Difungsikan dan Dibuka Bagi Masyarakat

Dispar Kukar Lakukan Pembenahan Pulau Kumala

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Banyak pelancong wisata dari luar daerah yang meminati destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Tenggarong ini.


Namun, imbasnya pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat Indonesia khususnya Kukar pada awal tahun 2020 membuat Pulau Kumala tutup seperti destinasi wisata lainnya. Hal ini membuat para pelaku UMKM maupun pengelola wahana di Pulau Kumala tidak beroperasi lagi.


Seiring menurunnya kasus Covid-19 dan gencar vaksinasi pada tahun 2022, beberapa destinasi wisata kembali dibuka pemerintah. Sama halnya dengan Pulau Kumala, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus melakukan pembenahan secara perlahan untuk kembali membuka destinasi wisata tersebut bagi masyarakat.


"Pemkab Kukar sudah menjalin kerjasama dengan ATMI Surakarta, pada kesempatan ini kita coba minta bantu identifikasi apa sebenarnya permasalahan yang ada di Pulau Kumala. Kira-kira bisa diperbaiki atau tidak, terkait biaya untuk sekarang masih belum bisa di keluarkan dan belum dihitung," beber Kadispar Kukar, Slamet Hadiraharjo melalui Kabid Destinasi Wisata, Muhammad Ridha Fatrianta saat meninjau Pulau Kumala pada Senin (1/8/2022).


Sejak awal pengelolaan Pulau Kumala diserahkan kepada Pemkab Kukar pada tahun 2017, banyak wahana dan fasilitas Pulau Kumala yang tidak lagi berfungsi dengan baik. Sebagai komitmen dalam menyediakan fasilitas terbaik bagi masyarakat, Dispar selalu lakukan pengecekan dan komunikasi untuk pembenahan secara rutin.


"Perbaikannya kamu bakal langkah awal dulu. Untuk mengoperasikannya kita lihat hitungan estimasi perlahan-lahan berapa biaya perbaikannya," lanjut Ridha.


Tidak dibuka selama dua tahun setengah membuat kondisi Pulau Kumala seperti tidak terurus dan tidak layak. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi Pemkab Kukar untuk kembali membukanya bagi masyarakat. Dengan luasnya Pulau Kumala, Ridha membenarkan bahwa Dispar juga memiliki keterbatasan dalam menanggarkan perawatan.


"Namun dengan keterbatasan itu bukan berarti tidak ada solusinya. Kita coba gandeng mahasiswa fakultas pertanian Universitas Kutai Kartanegara dengan memanfaatkan lahan sehingga bisa mengurangi perawatan lingkungan di Pulau Kumala. Saat ini sudah berjalan dan kita kasih space beberapa lahan untuk mereka uji coba lahan dan penelitian," jelas Ridha.


Lanjut Ridha, saat ini kendala yang dihadapi adalah perbaikan jaringan listrik dan perairan. Secara perlahan, jaringan listrik sudah berjalan di area kuliner dan suvenir. Juga dengan air, saat ini perkembangannya sudah mulai berjalan di loket. Secara perlahan, Ridha pastikan semua akan tertangani.


"Kita perlu memastikan sebelum kembali buka pada pertengahan Agustus, semua sapras dan keperluan air listrik sudah siap dan tersedia," ungkapnya.


Kedepan, Dispar Kukar akan melakukan sosialisasi dengan pelaku usaha untuk siap-siap membuka usahanya kembali. Di Pulau Kumala sendiri tersedia sebanyak 70 kios yang diperuntukkan bagi pelaku usaha kuliner maupun suvenir. 


"Kami berharap dengan dibukanya kembali Pulau ini dapat menggerakkan ekonomi di masyarakat juga meningkatkan PAD," pungkas Ridha. (adv/dkom/kn1/rhi)