Dorong Ekonomi Lokal, DPPKUKM Kaltim Gelar Sosialisasi P3DN dan Business Matching di Samarinda
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Dalam upaya memperkuat peran pelaku usaha lokal dan mendorong penggunaan produk dalam negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta Business Matching antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku usaha lokal. Acara ini berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor UMKM. Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Hj. Ismiati, mewakili Sekretaris Daerah. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, serta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, bersama jajaran OPD dan pelaku usaha lokal.
Hj. Ismiati menegaskan pentingnya implementasi kebijakan nasional terkait P3DN, sebagaimana diatur dalam Perpres No. 12 Tahun 2021 dan Inpres No. 2 Tahun 2022. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki mandat untuk mengalokasikan minimal 40% belanja pengadaan kepada UMKM dan koperasi, serta mengutamakan produk dalam negeri dengan nilai TKDN dan BMP minimal 40%.
“Ini bukan sekadar angka administratif. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata terhadap ekonomi rakyat dan pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” tegasnya.
Kegiatan Business Matching menjadi sorotan utama dalam acara ini. Melalui forum ini, pelaku usaha lokal berkesempatan untuk mempresentasikan produk dan layanan mereka langsung kepada OPD sebagai pengguna anggaran.
“Kita ingin menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dan langsung antara OPD dan UKM, agar kebutuhan pengadaan bisa disinergikan dengan potensi lokal,” ujar Hj. Ismiati.
Selain mendorong kerja sama, Hj. Ismiati juga mengingatkan pentingnya pelaporan belanja produk dalam negeri melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) P3DN. Ia menekankan bahwa data yang diinput bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi indikator komitmen daerah dalam mendukung produk lokal. “Seringkali kita sudah melakukan pembelian produk lokal, tapi karena tidak dilaporkan dengan tertib, capaian kita tidak tercatat. Ini harus kita benahi,” tambahnya.
Untuk itu, ia mengimbau setiap OPD menunjuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pelaporan P3DN secara berkala.
Hj. Ismiati mengajak seluruh pihak untuk terus berkomitmen dalam mendukung kemajuan UMKM di Kalimantan Timur. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi lokal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (adv/dppkukmkaltim/kn1/rhi)

adminKN