Pemerintah Desa Loa Ulung Perkuat Posyandu sebagai Garda Depan Lawan Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menaruh perhatian serius terhadap pencegahan stunting dengan menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak. Upaya ini dilakukan secara konsisten melalui pemantauan tumbuh kembang balita dan edukasi gizi kepada para orang tua.
Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, mengatakan kegiatan Posyandu masih aktif berjalan setiap bulan. Para kader terus melakukan pemantauan intensif terhadap balita, khususnya yang berada dalam kelompok risiko tinggi.
“Alhamdulillah, Posyandu tetap aktif setiap bulan. Kader-kader kami rajin, dan kami berharap di tahun ini dan tahun depan sudah tidak ada lagi kasus stunting,” jelasnya.
Menurutnya, pada tahun 2024 terdapat dua kasus stunting. Namun, hingga pertengahan 2025, belum ditemukan kasus baru. Meski begitu, beberapa anak masih terpantau dalam kondisi rawan, sehingga membutuhkan perhatian khusus.
“Anak-anak yang berisiko sedang kami pantau ketat. Sebab kalau sudah masuk kategori stunting, penanganannya sangat kompleks—perlu waktu, biaya, dan pendampingan yang tidak sebentar,” jelasnya.
Untuk itu, pemerintah desa melibatkan kembali seluruh kader Posyandu dan ketua RT untuk memastikan balita hadir dalam kegiatan rutin. Kader juga diberi tugas mendeteksi dini tanda-tanda keterlambatan pertumbuhan serta memberikan intervensi berupa edukasi gizi, dan jika diperlukan, bantuan pangan.
“Kami ingin masyarakat paham bahwa hidup sehat tidak harus mahal. Gizi seimbang bisa dicapai dari makanan sederhana asal komposisinya tepat dan pengolahannya bersih,” terang Hermi.
Namun, tantangan lain muncul dari masih adanya pola pikir orang tua yang menganggap keterbatasan ekonomi menjadi alasan tidak mampu memberi gizi cukup bagi anak. “Itu yang selalu kami luruskan. Makanan murah pun bisa tinggi gizi, tergantung bagaimana kita mengolah dan menyajikannya,” ucapnya.
Karena itu, Posyandu juga difungsikan sebagai pusat edukasi, tidak hanya pelayanan kesehatan. Para kader rutin menyosialisasikan pentingnya pola makan seimbang, kebersihan pangan, serta pengasuhan yang tepat.
“Harapan kami, semua anak di Loa Ulung bisa tumbuh sehat dan cerdas. Tapi keberhasilannya tergantung keterlibatan seluruh masyarakat,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/kn2/rhi)
adminKN