- Rea Kaltim Gelar Pelatihan UMKM untuk Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Desa
- Oh House Project Inisiasi Beauty Class bagi Muda-Mudi Handil
- PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Lapangan Semberah
- Bupati Kutim Lantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Fungsional
- Wabup Kutim Patok 3 Persen Turunkan Angka Stunting Setiap Tahun
- Wabup Kutim Apresiasi Pengukuhan Kopda Borneo
- Mahyunadi Harap Aparatur Mampu Mengoptimalkan Infrastruktur Digital
- Bupati Apresiasi Petani Melon di Teluk Pandan, Hasilkan 30 Ton Sekali Panen
- Bupati Buka Kejurprov Arm Wrestling 2025
- Kukar Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan, Bupati Aulia Rahman Basri Apresiasi Tim Percepatan
PMT Lokal Jadi Langkah Konkret Pemkab Kukar Perangi Stunting

Keterangan Gambar : Bupati Edi Damansyah saat memberikan PMT kepada seorang balita
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengungkapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal menjadi salah satu langkah konkret dalam percepatan penanganan stunting.
PMT Lokal akan dijalankan langsung oleh Penyuluh KB yang ada di setiap desa. Para penyuluh ini akan dikoordinir Ketua PKK Desa dan disupervisi PKK Kecamatan dan Kabupaten.
Baca Lainnya :
- Tanam 500 Bibit Mangrove, Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia Hijaukan Ekowisata Mangrove PIK0
- Pemkab Kukar Serahkan Aset Senilai Rp 7 Triliun Dukung Keberadaan IKN0
- Resmikan Posyandu Edelweis Desa Jembayan, Edi Damansyah Kampanyekan Gerakan Pencegahan Stunting0
- Tahun 2025, Bupati Edi Damansyah Inginkan Zero Stunting0
- Gerak Cepat Penanganan Stunting, Bupati Edi Damansyah Tinjau Pemeriksaan Lima Anak di RSUD AMP0
Penyuluh KB bertugas mengantar makanan bergizi ke rumah anak-anak penderita stunting. Makanan tersebut sudah disediakan oleh Puskesmas dan PKK Desa. Tak hanya mengantar makanan, Penyuluh KB harus memastikan makanan yang dibawa dimakan hingga habis.
"PMT ini harus betul-betul sampai ke anak stunting, dan anaknya memakan makanan yang sudah diberikan, nanti difoto baru lapor," ucap Edi, Kamis (4/7/2024).
Langkah konkret tersebut merupakan upaya Edi untuk mencapai targetnya, yakni zero stunting pada 2025 mendatang. Kendati bukan hal mudah, tapi Edi optimis target tersebut dapat tercapai.
Pemeriksaan rutin ke Posyandu bukan menjadi salah satu cara dalam menangani stunting, asupan gizi pun menjadi faktor penting. Sehingga banyak pihak yang harus terlibat dalam penanganan ini, mulai dari pemerintah hingga orang tua.
"Saya ingin ditangani betul-betul dengan intervensi, banyak pihak yang terlibat, para orang tua juga harus mendapatkan edukasi dalam penanganan stunting," tegasnya.
Menurut dia, penanganan stunting di Kukar sudah berjalan baik. Terbukti dengan angkanya yang turun drastis, dari 27,1 persen pada 2022, menjadi 17,6 persen di 2023 lalu. Mengingatkan jajarannya, Edi tidak mau ada oknum yang abai dalam menjalankan tugasnya menangani stunting.
"Sudah pernah saya tekankan jangan sampai hal- hal dalam penanganan stunting tidak diperhatikan. Ini adalah tugas kita bersama untuk memerangi stunting," pungkasnya. (adv/diskomimfokukar/stg/kn1/rhi)











