Hetifah Dukung Generasi Muda Peduli Lingkungan
kukarnews.id, BALIKPAPAN - Jambore Nasional Generasi Hijau (JNGH) yang ke 8 kembali digelar pada Kamis malam (3/10/2022). Acara tersebut digagas oleh Green Generation atau Generasi Hijau yang bergerak dalam mewujudkan generasi peduli dan berbudaya lingkungan. Lahir di SMPN 3 Balikpapan pada tahun 2009, kini Green Generation telah tersebar di 34 Provinsi dan 248 Kabupaten/Kota di Indonesia.
Gubernur Kaltim, Isran Noor membuka rangkaian kegiatan Jambore tersebut. Menurutnya, peranan Green Generation dinilai penting dalam mewujudkan dan menyukseskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di tanah Kalimantan. “Tugas kalian adalah menjaga dan mengawal pembangunan IKN ini,” tegas Isran.
Turut hadiri acara tersebut, Hetifah Sjaifudian Wakil Rakyat Kaltim mengapresiasi serta menilai pemilihan kota Balikpapan sebagai tuan rumah merupakan keputusan yang tepat. “Tema ‘Together Stronger, Recover Our Future’ menjadi sangat relevan mengingat Covid-19 sampai hari ini masih meninggalkan permasalahan, contohnya saja terkait limbah masker yang menggunung. Selain itu, pemilihan Balikpapan sebagai tempat Jambore juga tepat, mengingat Balikpapan merupakan kota pendukung IKN yang tentu akan terdampak kelestariannya akibat pembangunan IKN,” ujar Hetifah.
Selain itu, Hetifah Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang juga membidangi pemuda tersebut menilai pentingnya peran pemuda dalam pelestarian alam. “Peserta hari ini merupakan usia Gen Z dengan karakter yang lebih toleran dan terbuka wawasannya akan isu-isu yang dahulu dianggap tabu, salah satunya adalah isu lingkungan. Contohnya Greta Thunberg yang menggemparkan seluruh dunia atas aksi lingkungannya. Sebagai mayoritas penduduk Indonesia, tentu Gen Z dan Milenial memiliki peranan penting untuk melindungi lingkungan,” tambah Hetifah.
Terakhir, Hetifah juga menilai acara JNGH bukan sekedar seminar atau lokakarya biasa, namun juga sebagai ajang konsolidasi pemuda peduli lingkungan se Indonesia. “Sebagaimana peribahasa, sebatang lidi tidak berarti apa-apa, tetapi bila banyak lidi diikat menjadi sapu, maka akan menyapu segala-galanya, maka saya mengajak seluruh peserta hari ini untuk bergerak dan bergandeng tangan bersama untuk lestarikan Indonesia,” pungkasnya.(*/kn1/rhi)
admin