Edukasi Stunting Kukar Turut Andalkan Media Sosial

Edukasi Stunting Kukar Turut Andalkan Media Sosial

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Penyampaian informasi mengenai stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengikuti perubahan pola komunikasi masyarakat. Edukasi kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pertemuan langsung, tetapi juga diperluas melalui media sosial yang dikelola jajaran Puskesmas.

Perubahan tersebut membuat informasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting memiliki lebih banyak jalur untuk sampai kepada masyarakat. Puskesmas menjadi salah satu ujung tombak karena berhadapan langsung dengan keluarga dan kelompok sasaran di wilayah kerja masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan penguatan komunikasi menjadi bagian dari pekerjaan di lapangan. Selain jajaran Dinas Kesehatan, tim di Puskesmas juga didorong aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui kanal yang lebih dekat dengan keseharian warga.

“Edukasi juga kita lakukan melalui tim-tim yang ada di Puskesmas. Jadi bukan hanya dari Dinas Kesehatan, tapi Puskesmas juga melakukan edukasi,” kata Ismi.

Menurutnya, keberadaan media sosial memberikan ruang bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi secara lebih luas. Masyarakat tidak harus selalu menunggu kegiatan penyuluhan atau datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi dasar mengenai kesehatan dan stunting.

“Sekarang media sosial ini kan semakin penting,” ujarnya.

Pemanfaatan media sosial juga memungkinkan pesan kesehatan disampaikan secara berulang. Informasi yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak, pemantauan status gizi maupun upaya pencegahan dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai bentuk konten.

Dalam konteks penanganan stunting, komunikasi menjadi penting karena intervensi pemerintah membutuhkan keterlibatan keluarga. Informasi yang diterima masyarakat diharapkan dapat membantu orang tua memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan anak serta mengetahui layanan yang tersedia di tingkat Puskesmas dan Posyandu.

Penguatan komunikasi tersebut juga melengkapi pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan di lapangan. Puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan, tetapi juga menjadi penghubung informasi antara program kesehatan dan masyarakat di wilayah kerjanya.

Dengan memperluas saluran komunikasi, Dinas Kesehatan Kukar berupaya menyesuaikan edukasi kesehatan dengan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan platform digital. 

“Jadi menyeluruh, bukan hanya dari Dinas Kesehatan, tapi Puskesmas juga melakukan edukasi,” pungkas Ismi. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)