38 Guru Ikuti Bimtek Digitalisasi, Kadisdikbud Dorong Guru Manfaatkan Teknologi dan AI
kukarnews.id, KUTAI BARAT– SD Transformasi Kabupaten Kutai Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai langkah memperkuat kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.
Kegiatan yang berlangsung di SD Transformasi, Sabtu (3/10/2026), tersebut diikuti sekitar 38 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Kutai Barat. Bimtek menghadirkan fasilitator dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur dengan beban pembelajaran sebanyak 8 jam pelajaran (JP), terdiri atas 5 JP teori dan 3 JP praktik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat Kamius Junaidi bersama Ketua Yayasan Pendidikan Transformasi Widodo R.
Dalam sambutannya, Kamius Junaidi mendorong para guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam penerapan digitalisasi pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti kesiapan guru dalam memahami sekaligus memanfaatkan perangkat dan platform digital secara tepat. Terlebih, ke depan sejumlah sekolah di Kutai Barat akan dilengkapi dengan papan interaktif digital yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Kita jangan hanya melihat dari sisi umum, tetapi dari sisi semangat untuk mau belajar dan bagaimana cara menggunakannya. Saya berharap Bimtek ini berjalan efektif, sehingga peserta dan narasumber dapat saling berinteraksi,” ujar Kamius.
Ia juga meminta seluruh sarana digital yang diberikan pemerintah, termasuk bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dapat dimanfaatkan, dirawat, dan difungsikan secara optimal untuk kepentingan pembelajaran.
Kamius menilai pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
“Dengan adanya papan digital dan AI yang bisa kita gunakan, inilah pola pembelajaran yang nanti bisa kita terapkan. Bapak dan Ibu guru bisa berinovasi agar anak-anak lebih tertarik belajar dari mata pelajaran yang diajarkan,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi pembelajaran tidak selalu membutuhkan sarana yang mahal maupun metode yang rumit. Guru dapat memanfaatkan berbagai potensi dan bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran.
“Kita tidak perlu mencari hal-hal yang tinggi ataupun rumit. Hal-hal yang mudah di lingkungan sekolah itu sendiri bisa kita manfaatkan dan gunakan,” jelasnya.
Selain digitalisasi, Kamius juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan numerasi siswa, khususnya dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran matematika yang lebih kreatif sehingga siswa tidak merasa kesulitan maupun bosan dalam belajar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Transformasi Widodo.R menyampaikan bahwa perkembangan teknologi merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Karena itu, guru dituntut untuk terus meningkatkan pengetahuan dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran.
“Ilmu yang diperoleh hari ini jangan dipendam. Harus diimplementasikan dan dibagikan kepada guru-guru yang lain,” ujar Widodo.
Ia juga mengapresiasi potensi dan prestasi pelajar Kutai Barat yang mampu bersaing dalam berbagai ajang akademik maupun nonakademik, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa peserta didik di Kutai Barat memiliki potensi untuk terus dikembangkan hingga mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Narasumber Bimtek dari BPMP Provinsi Kalimantan Timur, Santian Datulayuk, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diarahkan agar guru tidak hanya memahami penggunaan perangkat digital, tetapi mampu mengemasnya menjadi bagian dari pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Sekarang sudah era digitalisasi. Pelatihan ini akan menerangkan tentang PID (Papan Interaktif Digital), bagaimana guru bisa menerangkan dengan konten yang menarik sehingga anak tidak bosan dan tertarik untuk belajar,” jelas Santian.
Menurutnya, penggunaan papan interaktif digital dapat dikombinasikan dengan berbagai konten pembelajaran dan kuis sehingga proses belajar tidak hanya berisi penyampaian teori.
“Tidak hanya menjelaskan teori, tetapi diselingi konten dan kuis, sehingga siswa tertarik dan lebih memahami materi yang disampaikan,” katanya.
Selain PID, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Santian mengatakan, guru perlu memahami penggunaan AI secara tepat sebagai salah satu perangkat pendukung dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran.
“Nanti juga akan kami jelaskan bagaimana memanfaatkan AI dalam mendukung pembelajaran. Ada program pendukung pemerintah untuk guru dan siswa yang bersumber dari dana BOS Kinerja,” tambahnya.
Adapun materi Bimtek mencakup paradigma pembelajaran digital, pengoperasian perangkat digital, pemanfaatan Ruang Murid, perancangan Modul Pembelajaran Interaktif (MPI), penguatan berpikir komputasional, pemanfaatan AI untuk pembelajaran, serta perencanaan pembelajaran interaktif.
Melalui Bimtek tersebut, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penyediaan perangkat teknologi di sekolah, tetapi diikuti peningkatan kemampuan guru dalam menggunakannya untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dengan demikian, teknologi dan AI dapat menjadi sarana pendukung bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Barat.(ar/kn4/rhi)

adminKN 