Penginputan Aksi Konvergensi Stunting di Kukar Tetap Diminta Selesai Tepat Waktu

Penginputan Aksi Konvergensi Stunting di Kukar Tetap Diminta Selesai Tepat Waktu

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Proses penginputan data Aksi Bangda (Konvergensi Stunting) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dipacu meski dihadapkan pada sederet tantangan teknis, keterbatasan anggaran, hingga ambiguitas acuan data di lapangan. Langkah ini tetap dilakukan demi mengejar ketertinggalan tahapan yang dipantau langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pelaksanaan penginputan yang dilakukan berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kabupaten ini melibatkan tiga elemen utama di tingkat kecamatan, yakni Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Puskesmas, dan Petugas Keluarga Berencana (PKB). Namun, koordinasi yang dilakukan secara daring (online) diakui memicu keragaman pemahaman di antara para petugas.

“Ya kita tadi melakukan pendampingan via zoom yang difasilitasi oleh Bappeda Kukar. Karena lewat  zoom agak beda dengan kalau kita tatap muka langsung," ujar Ahmad Riadi, Tenaga Ahli Pendamping dalam penginputan Aksi Bangda Kukar. Kamis (1/10/2026).

Selain masalah jaringan saat rapat virtual, kendala besar justru terjadi pada infrastruktur digital dari pusat. Selama pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, sistem situs web nasional sempat mengalami gangguan massal akibat pemeliharaan jaringan (maintenance). Beban server juga melonjak tajam karena diakses secara serentak oleh 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Sempat sebelumnya dua hari itu permasalahan tuh ada di tingkat pusat web-nya yang terjadi gangguan. Jaringan secara sistem secara nasional itu yang terjadi masih maintenance. Jadi mereka apa yang ditanyakan jadi ndak bisa melihat, karena tidak bisa membuka di web," jelasnya menambahkan.

Selain itu keterbatasan anggaran yang dialami Pemkab Kukar, sehingga metode pengumpulan operator kecamatan secara tatap muka demi efisiensi koordinasi tidak dapat dilakukan. Skema pengerjaan bergilir per wilayah pun sulit diterapkan karena para operator di kecamatan terbentur dengan beban tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama mereka sehari-hari.

Meski sempat berada di posisi progres rendah dalam penginputan sistem web, capaian riil penurunan stunting Kabupaten Kukar secara umum diklaim sangat baik. Bahkan, angka stunting di Kukar sempat tercatat sebagai yang terendah di Kalimantan Timur (Kaltim). 

“Sebagian besar operator bisa memahami apa yang disampaikan sesuai keperluan penginputan,” ucapnya.

Walaupun menghadapi kendala teknis dan administrasi yang berlapis, seluruh pihak terkait menegaskan bahwa empat tahapan kegiatan konvergensi stunting—mulai dari analisis situasi, penguatan perencana, penguatan pelaksana, hingga monitoring dan evaluasi harus tetap diselesaikan sesuai timeline juknis yang berlaku agar program berjalan berkesinambungan.(adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)