Puskesmas Rapak Mahang Sebut 165 Kasus Stunting Merupakan Kasus Lama
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 165 balita di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang masih tercatat mengalami stunting hingga 30 September 2026. Dari jumlah tersebut, kasus yang terdata disebut merupakan kasus lama yang masih membutuhkan pendampingan untuk memperbaiki kondisi pertumbuhan anak.
Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, menjelaskan penanganan stunting selama beberapa tahun terakhir telah diperkuat melalui intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
"Periode tersebut menjadi salah satu fokus penting dalam upaya mencegah gangguan pertumbuhan sejak masa awal kehidupan anak," ungkap Aminah.
Meski demikian, upaya pencegahan tidak serta-merta membuat seluruh anak yang sebelumnya mengalami stunting langsung keluar dari kategori tersebut. Anak-anak yang sebelumnya telah teridentifikasi tetap membutuhkan pemantauan dan intervensi berkelanjutan sesuai kondisi masing-masing.
“Tidak ada kasus stunting baru. Semua adalah status stunting lama yang masih dalam stunting,” kata Aminah.
Berdasarkan data Puskesmas Rapak Mahang, 165 balita tersebut berasal dari empat kelurahan, yakni Jahab, Bukit Biru, Timbau dan Melayu. Secara keseluruhan, terdapat 955 balita di wilayah tersebut, sehingga persentase stunting tercatat sebesar 17,27 persen.
Aminah menegaskan, mempertahankan kondisi anak agar tidak mengalami penurunan status gizi menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Karena itu, pemantauan tidak hanya berorientasi pada angka stunting, tetapi juga pada perkembangan kondisi kesehatan setiap balita.
"Selain pemantauan rutin, dukungan diberikan melalui pemberian makanan tambahan dan pemeriksaan medis," papar Aminah.
Langkah tersebut kata Aminah diharapkan membantu memastikan kebutuhan anak terpenuhi sekaligus mengantisipasi risiko gangguan gizi yang lebih berat.
Penanganan stunting, lanjutnya, memerlukan kesinambungan antara layanan kesehatan dan dukungan keluarga. Dengan pendampingan yang terus berjalan,
"Anak-anak yang masih tercatat mengalami stunting kita harapkan dapat menunjukkan perbaikan pertumbuhan secara bertahap," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)
adminKN 