Orang Tua Jadi Kunci Penanganan Stunting, Puskesmas Perkuat Dukungan

Orang Tua Jadi Kunci Penanganan Stunting, Puskesmas Perkuat Dukungan
ilustrasi

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Penanganan stunting pada balita tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga pola pengasuhan anak menjadi faktor penting untuk mendukung perbaikan pertumbuhan.

Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, mengatakan tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan dan kader Posyandu berperan mendukung keluarga dalam menangani persoalan tersebut. Namun, pemenuhan kebutuhan anak sehari-hari tetap menjadi tanggung jawab utama orang tua.

“Yang paling berperan adalah orang tua, karena gizi anaknya itu tanggung jawab orang tua. Kita ini bagian dari support system-nya,” kata Aminah

Menurutnya, dukungan dari layanan kesehatan diperlukan agar keluarga memperoleh pendampingan dan akses terhadap intervensi yang dibutuhkan. Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan bagi balita yang mengalami stunting.

Selain itu, Puskesmas Rapak Mahang juga memastikan balita yang masuk dalam data stunting mendapatkan konsultasi dokter spesialis anak. Pemeriksaan lanjutan di rumah sakit dilakukan untuk membantu melihat kondisi kesehatan anak secara lebih menyeluruh.

"Penanganan stunting memang memerlukan keterlibatan berbagai pihak," terangnya.

Aminah berujar, tenaga kesehatan memberikan pelayanan dan pemantauan, kader Posyandu membantu mendukung kegiatan di masyarakat, sedangkan keluarga menjalankan pemenuhan kebutuhan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Hingga 30 September 2026, terdapat 165 balita stunting dari 955 balita di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang. Angka tersebut setara dengan 17,27 persen, lebih tinggi dibandingkan angka stunting Kabupaten Kukar yang tercatat sekitar 14 persen.

Aminah menjelaskan, kasus yang tercatat saat ini merupakan kasus lama yang masih memerlukan pendampingan. Karena itu, upaya penanganan perlu dijalankan secara konsisten agar kondisi anak tidak memburuk dan pertumbuhannya dapat terus dipantau.

Pendampingan tenaga kesehatan akan lebih optimal apabila diikuti perhatian keluarga terhadap asupan gizi, kesehatan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.

"Keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)