534 Rumah di Kukar Masuk Program BSPS, Dukung Lingkungan Hunian Layak untuk Keluarga

534 Rumah di Kukar Masuk Program BSPS, Dukung Lingkungan Hunian Layak untuk Keluarga

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) juga menyentuh aspek kualitas tempat tinggal masyarakat. Selain intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi, lingkungan hunian yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi tumbuh kembang anak yang lebih baik.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Kartanegara, M. Aidil mengatakan pihaknya turut mengambil peran melalui peningkatan kualitas rumah masyarakat dalam wujud Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Program ini menyasar masyarakat untuk mendapatkan hunian yang lebih layak," ungkapnya. 

Aidil berujar, Kukar tahun ini mendapatkan alokasi sebanyak 534 unit dalam program BSPS. Sebagian rumah telah selesai dikerjakan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan.

“Untuk bedah rumah kami melalui program BSPS tahun ini Kukar mendapatkan porsi 534 unit dan sekarang sudah ada sebagian yang sudah selesai dan sebagian juga masih dalam proses pembangunan,” katanya. 

Menurut Aidil, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas rumah masyarakat. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik bagi keluarga, termasuk anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan.

Dalam konteks penanganan stunting, kualitas hunian menjadi salah satu aspek lingkungan yang perlu diperhatikan. Rumah yang layak dapat berjalan beriringan dengan intervensi sanitasi dan air bersih sehingga upaya menciptakan lingkungan sehat tidak hanya berfokus pada satu aspek.

Aidil menjelaskan, mekanisme bantuan BSPS berbeda dengan sejumlah program daerah karena pembiayaannya bersumber dari pemerintah pusat melalui APBN. Dana bantuan tersebut langsung disalurkan kepada penerima atau pemilik rumah.

“Dananya langsung ditransfer ke rekening pemilik rumah dari pusat, jadi dananya tidak melalui pemerintah daerah, dari pemerintah pusat dengan APBN langsung mentransfer ke penerima bantuan atau pemilik rumah,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, penerima bantuan menjadi pihak yang secara langsung memperoleh dukungan untuk meningkatkan kualitas rumahnya. Disperkim Kukar berperan dalam pelaksanaan program sesuai dengan ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Aidil menegaskan, peningkatan kualitas hunian menjadi bagian dari pembangunan lingkungan masyarakat secara menyeluruh. Ketika rumah, sanitasi dan akses air bersih diperhatikan secara bersama, intervensi lingkungan untuk mendukung penurunan stunting dapat dilakukan secara lebih terpadu.

Program BSPS pun diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap kualitas hidup keluarga penerima manfaat. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih layak bagi tumbuh kembang anak di Kukar. 

"Karena ntervensi lingkungan untuk mendukung penurunan stunting itu juga sangat berpengaruh," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)