Kukar Perkuat Produksi Telur untuk Pemenuhan Gizi
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Kebutuhan pangan bergizi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, terutama karena pasokan telur lokal hingga kini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Moh. Rifani mengatakan, kebutuhan telur diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya program pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat.
“Kebutuhan akan telur pasti meningkat, apalagi dengan adanya MBG,” kata Rifani, Rabu (30/9/2026).
Menurut Rifani, telur memiliki posisi penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi karena menjadi salah satu sumber protein yang dibutuhkan dalam berbagai program intervensi gizi. Meningkatnya jumlah dan aktivitas SPPG pun secara otomatis ikut mendorong kebutuhan terhadap pasokan telur.
Kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan upaya penanganan stunting pada anak, tetapi juga penting dalam mendukung pemenuhan gizi kelompok masyarakat lainnya, termasuk remaja perempuan.
Pemenuhan gizi bagi remaja perempuan menjadi perhatian karena masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Ketersediaan pangan sumber protein seperti telur dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperbaiki kualitas konsumsi gizi, terutama bagi remaja yang membutuhkan asupan nutrisi memadai untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan mereka.
Namun, produksi telur dari peternak lokal Kukar saat ini belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan yang terus bertambah. Akibatnya, pasokan dari luar daerah masih diperlukan untuk menjaga ketersediaan telur.
“Memang kita masih belum secara utuh kita belum bisa memenuhi secara keseluruhan. Jadi kadang-kadang ada impor juga dari luar daerah dan sebagainya,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Distanak karena peningkatan kebutuhan pangan bergizi perlu diimbangi dengan penguatan produksi pangan di daerah. Dengan produksi lokal yang semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat ditekan secara bertahap.
Dalam konteks pemenuhan gizi masyarakat, telur menjadi salah satu komoditas strategis karena dapat mendukung penyediaan sumber protein. Penguatan produksi telur lokal juga berpotensi memperkuat sisi hulu rantai pasok pangan untuk mendukung berbagai program pemenuhan gizi, termasuk penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi remaja perempuan.
Rifani menyebut, penyerapan produk lokal oleh SPPG sejauh ini sudah berjalan. Namun, kebutuhan yang ada belum seluruhnya dapat dipenuhi oleh produksi peternak di Kukar.
“Lokal, iya, lokal,” katanya ketika ditanya mengenai penyerapan SPPG dari produksi daerah.
Belum terpenuhinya seluruh kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan Distanak terus mendorong pengembangan usaha peternakan. Para petani dan peternak didorong meningkatkan budidaya ayam petelur maupun ayam pedaging agar kapasitas produksi pangan asal ternak di Kukar semakin meningkat.
“Ini yang kita support teman-teman petani dan sebagainya untuk bisa berusaha budidaya baik telur maupun pedaging,” jelasnya.
Menurut Rifani, penguatan produksi lokal tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan SPPG dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari itu, peningkatan produksi peternakan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat Kukar secara berkelanjutan.
Dengan pasokan telur yang semakin kuat dari peternak lokal, kebutuhan pangan sumber protein dapat lebih terjamin. Hal ini sekaligus membuka peluang agar program peningkatan gizi dapat menjangkau kelompok yang lebih luas, termasuk anak-anak, ibu, serta remaja perempuan yang berada pada fase penting pertumbuhan dan membutuhkan asupan gizi yang cukup.
Distanak Kukar juga terus mendorong pengembangan ayam petelur sebagai bagian dari program strategis daerah. Selain untuk memenuhi kebutuhan SPPG dan MBG, peningkatan produksi telur diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Makanya itu yang kita support teman-teman petani dan sebagainya untuk bisa berusaha budidaya,” pungkas Rifani. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)
adminKN 