SAPA SI KAKA, Cara Kukar Mendekatkan Dokter Spesialis Anak ke Wilayah Terpencil

SAPA SI KAKA, Cara Kukar Mendekatkan Dokter Spesialis Anak ke Wilayah Terpencil

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Jarak menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bentang wilayah yang luas, mulai dari kawasan pesisir hingga pedalaman, membuat akses terhadap pelayanan dokter spesialis belum selalu mudah dijangkau seluruh masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, terutama dalam penanganan balita yang mengalami stunting dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak. Dari persoalan akses itulah kemudian lahir inovasi SAPA SI KAKA.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufiddah, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk membawa pelayanan dokter spesialis lebih dekat kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

“Dinas berinisiatif untuk mendekatkan akses dokter spesialis itu ke masyarakat. Jadi ada kegiatan kunjungan-kunjungan dokter spesialis ke lapangan,” kata Ismi.

SAPA SI KAKA merupakan singkatan dari Sahabat Pelayanan Ahli Spesialis Anak, Kawasan Komunitas dan Akses Terpencil. Melalui inovasi ini, dokter spesialis anak dari rumah sakit dibawa langsung ke wilayah yang menjadi sasaran pelayanan.

Menurut Ismi, kebutuhan tersebut muncul karena penanganan stunting memiliki tingkatan kondisi yang perlu mendapat perhatian medis sesuai kebutuhan. Ketika ditemukan kasus yang memerlukan pemeriksaan dokter spesialis anak, akses terhadap layanan tersebut harus tetap tersedia meskipun keluarga berada jauh dari fasilitas rujukan.

“Ditemukan kasus stunting, stunting itu juga ada grade-nya. Itu sebenarnya harus bertemu dengan dokter spesialis anak,” ujarnya.

Pola pelayanan yang diterapkan bukan hanya pemeriksaan terhadap bayi dan balita. Ketika dokter spesialis turun ke lapangan, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas.

Ismi menjelaskan, dokter spesialis yang datang tidak hanya memberikan pelayanan kepada pasien. Mereka juga memberikan peningkatan kapasitas kepada tenaga Puskesmas, termasuk dokter, petugas gizi dan petugas program anak.

“Jadi banyak dokter spesialis itu sekali datang enggak cuma pelayanan, tapi juga melakukan peningkatan kapasitas ke teman-teman Puskesmas, baik dokternya, petugas gizi, petugas program anak juga,” jelasnya.

Apabila dari pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat diarahkan untuk menjalani rujukan. Dengan demikian, kunjungan spesialis menjadi bagian dari rangkaian pelayanan mulai dari pemeriksaan awal hingga tindak lanjut.

Ismi menyebut pendekatan tersebut menjadi bentuk upaya Dinkes Kukar mengatasi hambatan geografis dalam pelayanan kesehatan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke rumah sakit, tetapi berupaya menghadirkan keahlian medis yang dibutuhkan lebih dekat dengan lokasi masyarakat.

“Kalau Raga Pantas untuk konvergensi lintas sektor, ini sekarang SAPA SI KAKA mendekatkan akses pelayanan spesialis anak ke lokus terpencil dan stuntingnya tinggi,” pungkas Ismi. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)