Kukar Perkuat Akses Air Bersih untuk Tekan Stunting di 2025
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting melalui pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor. Salah satu fokus utama tahun 2025 adalah peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi layak, terutama di wilayah perdesaan.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar menargetkan sejumlah pembangunan dan pendistribusian sarana sanitasi di tahun 2025, melanjutkan capaian tahun sebelumnya yang berhasil distribusikan. Program ini diarahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kukar, yang menunjukkan wilayah-wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Plt Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, menyatakan bahwa pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi prioritas di desa-desa. Pengelolaan dilakukan melalui BUMDes dan KPSAM, dengan dukungan pelatihan dari PDAM untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan air bersih.
Program air bersih dan sanitasi ini merupakan bagian dari strategi besar yang tertuang dalam Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RPBK). Pemerintah daerah mengintegrasikan berbagai OPD, termasuk Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Perumda Tirta Mahakam untuk memperluas cakupan layanan air bersih.
Beberapa kecamatan prioritas tahun ini meliputi Muara Wis, Kota Bangun Darat, Tenggarong Seberang, Samboja, Muara Jawa, dan Anggana. "Kendala teknis di desa juga menjadi perhatian khusus agar seluruh wilayah Kukar mendapatkan akses air bersih yang layak," jelasnya.
Pemkab Kukar mencatat penurunan angka stunting dari 27,1% pada 2022 menjadi 14,6% di 2024, dan menargetkan penurunan lebih lanjut di tahun 2025. Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, menekankan pentingnya sinergi antar sektor untuk mencapai target nasional dan mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
“Penanganan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari gizi, sanitasi, hingga edukasi keluarga,” ujar Sunggono.
Dengan strategi terpadu dan kolaborasi lintas sektor, Kukar berharap program air bersih dan sanitasi tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah daerah optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN