Pengembangan Kopi Luwak di Desa Prangat, Sejahterakan Petani
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Desa Prangat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sedang fokus mengembangkan sektor pertanian salah satunya tanaman kopi yang kini semakin meningkat harganya. Sejumlah program pengembangan dilakukan diantaranya menyiapkan lahan seluas 60 hektare untuk dijadikan kebun biji kopi yang berdasarkan hasil penelitian biji kopi yang dihasilkan memiliki keunggulan dan berjenis varietas Liberika.
Demi meningkatkan kualitas petani kopi. Pihak pemerintah desa melibatkan beberapa perusahaan, untuk menunjang kebutuhan para petani tersebut. Diantaranya Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan Hotel Mercure Ibis.
"Dari PHKT itu memberikan bantuan berupa lantai jemur dan rumah produksi kopi," ujar Fitriati, Jumat (14/4/2023).
Adapun untuk penghasilan dari penjualan biji kopi pertahunnya diperkirakan mencapai ratusan juta. Sehingga dapat meningkatkan kualitas perekonomian para petani tersebut.
"Dalam perhektar itu pertahun kalau produksi sudah maksimal termasuk dari kopi luwak dan beberapa varian itu mencapai Rp 600 juta," ujarnya.
Karena berjalannya waktu, harga pasaran kopi luwak terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2020, Fitriati menyebutkan harga kopi luwak per kilo itu mencapai Rp 3,5 juta sehingga diprediksi pada tahun 2023 ini harga kopi tersebut dapat mencapai Rp 4,5 juta per kilo.
Fitriati mengatakan, kedepannya untuk penjualan biji kopi tersebut akan dikelola langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya. Sehingga hasil penjualan tersebut juga akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Untuk saat ini belum kelola oleh BUMDes, masih berkelompok karena masih sedikit produksinya," pungkasnya.(adv/diskominfo/kkr/kn1/rhi)
admin