Beras dari BUMDes Sumber Purnama Masuk Pusat Perbelanjaan Modern
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Beras dari hasil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Purnama milik Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai masuk ke perbelanjaan modern.
Desa yang memiliki luas wilayah kurang lebih 16 hektare dan 3.512 jiwa tersebut digadang-gadang sebagai desa yang mandiri. Dan tidak bergantung kepada dana desa lagi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, BUMDes tersebut dibentuk agar menambah pendapatan asli desa. Tidak hanya itu, dengan adanya badan usaha tersebut nantinya bisa menjadi tempat pendampingan bagi petani saat memasuki masa tanam dan panen tiba.
“BUMDes juga menyediakan permodalan untuk petani bekerja sama dengan bank milik negara. Ada juga asuransi pertanian melalui kerja sama dengan perusahaan swasta,” kata Sukirno, Selasa (21/3/2023).
BUMDes yang berdiri sejak tahun 2020 ini telah menaungi 7 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan yang ada. Diantaranya, Desa Loh Sumber, Desa Sungai Payang, Kelurahan Bukit Biru dan Desa Rapak Lambur.
Sukirno menceritakan awal kesuksesan BUMDes Sumber Purnama ialah ketika mereka mulai menjalankan program Sinar Purnama. Ia menjabarkan secara teknis dari program, modal bagi seorang petani pada masa tanam itu bervariasi, sekitar Rp 6 juta. Pembayaran dari pinjaman modal itu akan dipotong dari hasil penjualan gabah kepada BUMDes.
“Kami membeli gabah petani di atas harga rata-rata,” katanya.
Sedangkan untuk biaya premi asuransi, sepenuhnya dibayar BUMDes. Sumbernya dari keuntungan BUMDes menjual beras. Lebih lanjut, ia mengatakan, BUMDes memang telah membangun rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi di Desa Loh Sumber.
Dari penggilingan padi ini, gabah yang dibeli dari petani dijual di pasar dalam bentuk beras. Dari situlah keuntungan BUMDes. Modal pembangunan pabrik bersumber dari bank dan bantuan perusahaan swasta di dekat desa. Biaya pembangun RMU kurang lebih Rp 1,8 miliar.
Peralatan dan desain mesin RMU dirakit oleh BUMDes. Pabrik ini mampu mengolah gabah kering menjadi beras sebanyak 1 ton per jam. Pabrik ini kemudian dikelola dengan mekanisme kerja sama. “Kapasitasnya 10 ton gabah sekali beroperasi. RMU di Desa Loh Sumber dioperasikan tujuh karyawan berstatus tenaga harian. Beras yang diproduksi pabrik disebut memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.
Beras kemudian dikemas dengan merek Cap Tugu. Harganya Rp 22 Ribu untuk kemasan 2 kilogram dan Rp 50 Ribu untuk kemasan 5 kilogram. “Beras ini dipasarkan di Kukar, Samarinda, dan Balikpapan. Kita pasok beras produksi BUMDes ke toko retail di Kukar dan perbelanjaan modern mal,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kkr/kn1/rhi
admin