Cegah Anemia Remaja Putri, Intervensi Stunting Dimulai Sebelum Kehamilan
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pencegahan stunting perlu dilakukan jauh sebelum seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Salah satu langkah yang dijalankan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rapak Mahang, Kutai Kartanegara (Kukar), ialah pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri untuk mencegah anemia.
Ahli Gizi UPTD Puskesmas Rapak Mahang, Andini, mengatakan intervensi sejak remaja penting karena kondisi kesehatan perempuan sebelum hamil turut menjadi perhatian dalam upaya mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.
“Karena anak remaja putri ini nantinya akan menjadi seorang ibu, intervensinya kita mulai sejak masa remaja terlebih dahulu,” ujar Andini.
Ia menjelaskan, pemberian tablet tambah darah ditujukan untuk mencegah anemia pada remaja putri. Upaya tersebut kemudian berlanjut pada pemantauan kesehatan ketika perempuan memasuki masa kehamilan, sebagai bagian dari rangkaian pencegahan masalah gizi pada anak.
Menurut Andini, riwayat anemia pada ibu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menelusuri kondisi anak yang mengalami stunting.
"Karena itu, intervensi tidak seharusnya baru dimulai ketika gangguan pertumbuhan sudah teridentifikasi," lanjutnya.
Selain distribusi tablet tambah darah, evaluasi berkala juga dilakukan untuk melihat perkembangan kadar hemoglobin (Hb) remaja putri. Pemeriksaan ini membantu tenaga kesehatan menilai kondisi Hb sekaligus mengevaluasi perkembangan setelah konsumsi tablet tambah darah.
"Pendekatan itu menghubungkan pelayanan kesehatan remaja dengan kesehatan ibu hamil dan anak," paparnya.
Lebih lanjut, Andini menjelaskan bahwa dengan intervensi yang berkesinambungan, upaya pencegahan diharapkan tidak hanya berfokus pada balita yang telah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga pada faktor risiko yang dapat ditangani lebih awal.
Andini menekankan pentingnya menjaga kesinambungan intervensi sejak remaja hingga kehamilan. Penanganan pada setiap tahap kehidupan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kondisi kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.
Melalui pencegahan anemia dan pemantauan kesehatan secara berkala, Puskesmas Rapak Mahang berupaya memperkuat langkah pencegahan stunting dari hulu.
"Namun tentu tetap perlu didukung pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan, dan pelayanan kesehatan yang memadai pada tahap berikutnya," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)
adminKN 