Kunjungan Posyandu Belum Maksimal, Orang Tua Diingatkan Pentingnya Hak Anak Jalani Ukur Timbang

Kunjungan Posyandu Belum Maksimal, Orang Tua Diingatkan Pentingnya Hak Anak Jalani Ukur Timbang

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA -  Tingkat partisipasi orang tua dalam membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar masih memerlukan dorongan kuat. Di wilayah Kecamatan Tenggarong, angka kunjungan balita ke Posyandu tercatat baru menyentuh kisaran separuh dari total data proyeksi anak yang ada.

 

Rendahnya angka kehadiran tersebut dipengaruhi oleh tingginya ritme kerja orang tua di kawasan perkotaan. Kebanyakan orang tua di Tenggarong memiliki kesibukan harian bekerja, baik sebagai pegawai perkantoran maupun sektor swasta, sehingga kesulitan menyesuaikan jadwal operasional Posyandu.

 

Pimpinan Puskesmas Loa Ipuh, Dokter Mariyati, mengungkapkan situasi cakupan data anak berdasarkan pencatatan By Name By Address (BNBA) di wilayahnya jika disandingkan dengan target proyeksi pemerintah pusat.

 

"Nah, tapi kalau kita sandingkan data itu baru sekitar 50% ya, Nah, berarti kan ada 50% kurang lebih nih yang kita enggak tahu dia posisinya di mana atau tidak pernah kontak dengan orang kesehatan. Nah, mungkin itu juga salah satunya penyebab kunjungan ke Posyandu tadi. Kalau kunjungan Posyandu-nya kalau Ibu bekerja agak kerepotan biasanya. Nah, jadi tidak rutin datang ke Posyandu," papar dr. Mariati.

 

Kondisi sekitar 50 persen balita yang belum terpantau ini memicu keprihatinan, karena ada potensi anak tidak pernah mendapatkan kontak pelayanan dengan tenaga kesehatan. Padahal, pemeriksaan tumbuh kembang secara berkala merupakan hak dasar yang harus dipenuhi bagi setiap anak.

 

Dokter Mariati mengimbau para orang tua yang sibuk agar tetap meluangkan waktu setidaknya satu kali dalam sebulan. Jika berhalangan hadir saat Posyandu buka di RT setempat, masyarakat diminta memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat lainnya seperti Puskesmas, Pustu, atau Polindes.  “Harapan kami sebenarnya sempatkanlah dalam satu kali dalam sebulan datang ke Posyandu untuk ukur timbang karena itu hak anak ya. Kalaupun tidak sempat datanglah ke Puskesmas atau faskes terdekat,” harapnya.

 

Fenomena lain di kawasan perkotaan menunjukkan banyaknya orang tua yang lebih memilih membawa anaknya berobat atau berkonsultasi ke klinik swasta serta dokter spesialis anak. Pihak puskesmas menegaskan bahwa opsi tersebut tidak menjadi masalah, selama aspek pemeriksaan fisik anak tetap dilakukan secara lengkap dan standar.

 

Pemeriksaan standar gizi balita harus meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, hingga pengukuran lingkar lengan atas dan lingkar kepala. Khawatir parameter kunci ini terlewat saat berkunjung ke fasilitas swasta, puskesmas mengajak seluruh pihak untuk terus mengedukasi masyarakat agar rutin memeriksakan anaknya ke faskes maupun Posyandu secara berkelanjutan. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)