Komitmen Kepala Daerah Jadi Penggerak Penanganan Stunting hingga Desa

Komitmen Kepala Daerah Jadi Penggerak Penanganan Stunting hingga Desa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar, Ismi Mufiddah

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya didorong melalui kebijakan dan program perangkat daerah. Dukungan pimpinan daerah hingga ke tingkat desa dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan program di Benua Etam dapat bergerak lebih aktif di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan keberhasilan pelaksanaan program membutuhkan komitmen yang diterjemahkan dalam dukungan teknis. Menurutnya, keterlibatan pimpinan daerah dapat menggerakkan perangkat daerah hingga pemerintahan di tingkat desa.

“Selama ini ada penguatan komitmen dari pimpinan dan itu tidak hanya komitmen tapi dibuktikan dengan dukungan dalam teknis pelaksanaan,” kata Ismi, Rabu (23/9/2026). 

Ia mencontohkan pola yang pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya Edi Damansyah yang kerap melakukan kunjungan ke desa, agenda tersebut turut dikaitkan dengan penanganan persoalan stunting sehingga tim kesehatan ikut mendampingi.

“Dulu zaman Pak Edi Damansyah misalnya, beliau sampai turun ke desa. Jadi kalau beliau turun itu tim kesehatan yang urusin stunting itu harus ikut,” ujarnya.

Menurut Ismi, pola tersebut membuat persoalan yang ditemukan di lapangan dapat langsung dibicarakan bersama tim kesehatan. Tidak hanya melihat kondisi secara umum, tim juga dapat menentukan langkah tindak lanjut terhadap anak yang membutuhkan perhatian lebih.

“Bahkan kadang-kadang dokter spesialis pun ikut,” jelasnya.

Keterlibatan dokter spesialis, lanjut Ismi, dibutuhkan agar ketika ditemukan kasus tertentu di lapangan, keputusan mengenai tindak lanjut dapat dilakukan dengan lebih jelas. Misalnya, apakah anak perlu dirujuk atau terdapat pilihan penanganan lain sesuai kondisi yang ditemukan.

“Karena pada saat ketemu misalnya kasus stunting itu sudah tahu ini mau dirujuk apa enggak, pilihan lainnya seperti apa,” katanya.

Pola turun langsung tersebut menggambarkan bahwa koordinasi penanganan stunting tidak berhenti pada rapat atau dokumen perencanaan. Tim kesehatan dapat melihat secara langsung kondisi keluarga dan anak yang menjadi sasaran program.

Bagi Dinas Kesehatan, pendekatan semacam itu juga membantu mempertemukan kebijakan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sebab, persoalan yang ditemukan di desa bisa memiliki kondisi berbeda sehingga membutuhkan tindak lanjut yang sesuai.

Dukungan pimpinan juga mendorong keterlibatan perangkat daerah dan pemerintah desa. Ismi sebelumnya menjelaskan bahwa penguatan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga komitmen pimpinan menjadi salah satu penggerak agar koordinasi tidak berhenti pada masing-masing instansi.

"Pendekatan tersebut hingga kini terus menjadi bagian dari upaya Kukar menjaga penanganan stunting tetap berjalan," papar Ismi.

Ismi menyebut, Pemerintah daerah tidak hanya berupaya membangun program, tetapi juga memastikan dukungan terhadap pelaksanaan dapat dirasakan hingga tingkat masyarakat.

“Akhirnya, komitmen yang diberikan tidak hanya di atas kertas tapi sampai di lapangan,” pungkas Ismi. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)