Cegah Stunting Sejak Dini, Dengan Terapkan Langkah ABCDE
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama di masa pertumbuhan anak-anak. Menyadari pentingnya pencegahan sejak dini, Kepala Puskesmas Loa Ipuh, dr. Mariyati, mengajak seluruh masyarakat untuk mengenali dan menerapkan langkah-langkah sederhana namun efektif melalui pendekatan ABCDE.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Ini menyangkut perkembangan otak, kemampuan belajar, dan masa depan anak. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak sebelum anak lahir, bahkan sejak remaja,” tegas dr. Mariyati.
Pendekatan ABCDE dirancang agar mudah diingat dan diterapkan oleh masyarakat luas, terutama ibu hamil, keluarga muda, dan kader kesehatan di Posyandu.
A – Aktif Minum Tablet Tambah Darah (TTD), Anemia pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko utama stunting. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 1 tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilan.
B – Bumil Periksa Kehamilan Minimal 6 Kali, Pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan janin. Minimal enam kali pemeriksaan selama kehamilan memungkinkan deteksi dini terhadap risiko komplikasi.
“Dengan pemeriksaan rutin, kita bisa memastikan ibu dan bayi dalam kondisi sehat, serta memberikan intervensi medis jika ditemukan masalah sejak awal,” tambahnya.
C – Cukupi Konsumsi Protein Hewani, Protein hewani seperti daging, telur, dan ikan sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan tubuh anak. Anak usia di atas 6 bulan perlu mendapatkan asupan protein hewani setiap hari.
D – Datang ke Posyandu Setiap Bulan, Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Di sinilah pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, dan edukasi gizi dilakukan secara rutin.
"Dihimbau semua orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu setiap bulan. Di sana, anak akan ditimbang, diukur tinggi badannya, dan diberikan imunisasi serta edukasi gizi,” katanya.
E – Eksklusif ASI 6 Bulan, Lanjut Hingga Usia 2 Tahun, Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun, terbukti mendukung tumbuh kembang optimal.
“Mari kita jadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama. Mulai dari rumah, dari ibu yang sehat, dari lingkungan yang peduli. Dengan langkah ABCDE, kita bisa wujudkan generasi Loa Ipuh yang sehat, cerdas, dan kuat,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN