Kader PKK Desa Mulawarman Dapat Pelatihan PHBS, Langkah Strategis Dukung Penanganan Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat dan mendukung penanganan stunting, Tim Penggerak PKK Desa Mulawarman bekerja sama dengan Pemerintah Desa menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Pokja IV tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Jumat (11/7/2025) di Gedung BPU Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Mulawarman, Mulyono, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK Kecamatan, jajaran Puskesmas Pembantu, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.
Dalam sambutannya, Mulyono menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap kader PKK, khususnya Pokja IV yang membidangi kesehatan, mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan Kader PKK. Diharapkan agar kader-kader yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan menyosialisasikan PHBS,” ujar Mulyono.
Ketua TP PKK Desa Mulawarman, Eliyah, juga menekankan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang 10 indikator PHBS, mulai dari kebersihan diri, sanitasi lingkungan, hingga perilaku sehat dalam keluarga.
“Dalam pelatihan ini kita mengetahui praktik PHBS yang aplikatif di lingkungan rumah tangga, penanganan sanitasi lingkungan, serta pentingnya gizi seimbang bagi anak dan ibu hamil. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat,” pungkas Eliyah.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas kader, tetapi juga menjadi strategi penting dalam mendukung penanganan stunting di Kutai Kartanegara. PHBS yang diterapkan secara konsisten di tingkat rumah tangga dapat mencegah berbagai penyakit infeksi, meningkatkan kualitas gizi anak, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal.
Dengan melibatkan kader Posyandu dan PKK, pelatihan ini memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam menciptakan desa sehat dan bebas stunting. Langkah ini sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting yang menekankan pendekatan multisektor dan partisipatif. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN