Perkuat Fungsi Sarana Sanitasi yang Layak Guna Tingkatkan Kualitas Hidup

Perkuat Fungsi Sarana Sanitasi yang Layak Guna Tingkatkan Kualitas Hidup

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya penurunan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya dilakukan melalui intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi. Perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian penting, salah satunya melalui pembangunan dan rehabilitasi sanitasi.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar mengambil peran melalui penyediaan sarana sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas hunian sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Kartanegara, M. Aidil mengatakan, pembangunan sanitasi menjadi salah satu program yang dijalankan pihaknya dalam mendukung upaya penurunan stunting di daerah.

“Kalau di Disperkim terkait dengan program penurunan stunting kami ada membangun sarana sanitasi dan juga perluasan layanan air bersih,” kata Aidil, Senin (28/9/2026). 

Menurutnya, penyediaan sanitasi dilakukan di sejumlah wilayah yang membutuhkan peningkatan kualitas sarana dasar. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran program tersebut di antaranya Kecamatan Sebulu dan Muara Wis.

“Sanitasi kita ada di Sebulu, di Muara Wis dan ada beberapa daerah lain,” ujarnya.

Aidil menjelaskan, pembangunan maupun rehabilitasi sarana sanitasi dilakukan dengan memperhatikan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut penting agar fasilitas yang dibangun tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar memenuhi persyaratan kesehatan dan dapat digunakan masyarakat secara layak.

Ia menyebut masyarakat memberikan respons positif terhadap pembangunan maupun rehabilitasi sarana sanitasi tersebut. Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas sanitasi yang memenuhi standar memang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.

“Tanggapan warga mereka merespon dengan baik terkait dengan rehabilitasi sarana sanitasi karena memang kita harus membangun sesuai standar yang memang sudah diatur di dalam Permenkes terkait dengan standar sanitasi,” jelasnya.

Meski demikian, Aidil mengakui pelaksanaan program belum dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan secara maksimal. Program tetap dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dan sasaran yang telah ditetapkan.

“Insyaallah tahun ini berproses walaupun mungkin belum secara maksimal untuk penerima manfaat,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)