Puskesmas Loa Ipuh Dorong Penambahan Posyandu: Perluas Jangkauan, Perkuat Pencegahan Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA — Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat dan menurunkan angka stunting secara berkelanjutan, Puskesmas Loa Ipuh menilai perlunya penambahan jumlah Posyandu di wilayahnya. Saat ini, dari total 77 Rukun Tetangga (RT), hanya terdapat 16 Posyandu aktif yang melayani masyarakat.
Kepala Puskesmas Loa Ipuh, dr. Mariyati, menjelaskan bahwa rasio tersebut masih belum ideal.
“Saat ini, satu Posyandu melayani sekitar delapan RT. Sasaran pelayanan jadi tersebar dan tidak terjangkau secara maksimal. Jika jumlah Posyandu diperbanyak, harapannya diiringi jumlah kader juga bertambah hingga gedung Posyandu bisa terpenuhi, dan pelayanan bisa lebih dekat ke masyarakat,” jelasnya.
Penambahan Posyandu dinilai akan berdampak langsung pada efektivitas pelayanan, termasuk dalam pelaksanaan intervensi spesifik seperti pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, dan edukasi gizi. Selain itu, peningkatan jumlah kader juga akan memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
“Dengan jumlah Posyandu yang cukup, kita bisa capai cakupan pelayanan 100 persen seperti yang terjadi pada bulan Juni 2024 lalu. Itu juga harus dibarengi dengan perhatian terhadap insentif kader agar semangat mereka tetap terjaga,” tambah dr. Mariyati.
Lebih lanjut, dr. Mariyati menekankan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting, karena menjadi titik layanan terdekat bagi masyarakat untuk memantau kesehatan ibu hamil, remaja putri, dan anak-anak.
“Melalui Posyandu, kita bisa memaksimalkan pemeriksaan dan edukasi bagi ibu hamil, remaja, hingga anak-anak. Ini sangat penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting, tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. (adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN