Puskesmas Loa Ipuh Perketat Screening Kesehatan Calon Pengantin
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Langkah pencegahan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) juga difokuskan sejak tahapan pra-nikah. Pihak Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong menilai bahwa kondisi kesehatan pasangan calon pengantin (catin) sangat menentukan kualitas kesehatan anak yang akan dilahirkan kelak.
Untuk mengoptimalkan langkah pencegahan tersebut, jajaran puskesmas menjalin kerja sama dan terus berkoordinasi dengan instansi keagamaan di tingkat wilayah. Kemitraan ini bertujuan memastikan setiap calon pengantin terdata dan menjalani serangkaian tes medis wajib sebelum melangsungkan pernikahan.
Pimpinan Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong, Dokter Mariyati, mengungkapkan bentuk kemitraan strategis yang telah berjalan di wilayahnya. Langkah medis dilakukan guna mendeteksi serta memutus rantai penularan penyakit potensial dari ibu ke anak sejak awal.
"Oh ya. Jadi kalau kita kan biasanya sudah ber-MoU ya, Puskesmas dengan KUA ya, Kantor Agama ya. Jadi Kantor Urusan Agama terkait dengan Catin," kata dr. Mariyati. Melalui kerja sama ini, calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh di fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan medis terhadap calon pengantin difokuskan pada penapisan berbagai penyakit menular yang berisiko mengganggu perkembangan janin, seperti HIV, Hepatitis, dan Sifilis. Pemeriksaan awal ini diselaraskan dengan prosedur Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) yang diwajibkan pada usia kehamilan trimester pertama.
Selain pemeriksaan penyakit menular, tim medis puskesmas juga mewajibkan tes kehamilan bagi calon pengantin wanita. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi medis jika ternyata calon pengantin telah dalam kondisi mengandung sebelum pelaksanaan pernikahan.
Penanganan kesehatan pada kehamilan usia muda menjadi fokus perhatian khusus karena adanya risiko medis pada kehamilan di bawah usia 19 tahun. Faktor risiko ini dikenal dalam dunia medis dengan konsep 4T, “ Tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu rapat,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya screening kesehatan secara menyeluruh bagi calon pengantin, pihak puskesmas berharap dapat mendeteksi dini faktor risiko stunting. Kesiapan fisik calon ibu sejak sebelum hamil menjadi fondasi penting dalam menekan angka kasus gangguan pertumbuhan anak di Tenggarong. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN 