Si Gizi Bikin Data Stunting Kukar Lebih Cepat Terpantau

Si Gizi Bikin Data Stunting Kukar Lebih Cepat Terpantau

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pemantauan stunting melalui sistem pencatatan digital. Hasil pengukuran yang dilakukan di lapangan kini dapat dimasukkan ke dalam sistem Si Gizi sehingga perkembangan kondisi gizi anak dapat dipantau lebih cepat.

 

Perubahan tersebut membuat proses pengumpulan data tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pelaporan berjenjang secara manual. Data dari hasil pengukuran dapat masuk ke sistem dan menjadi informasi yang dapat diakses oleh tim terkait di tingkat kabupaten.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufiddah, mengatakan digitalisasi memberikan perubahan dalam cara pemerintah memantau kondisi stunting. Tim di tingkat kabupaten dapat melihat hasil pengukuran tanpa harus menunggu seluruh proses pelaporan manual selesai.

 

“Sekarang dari Kementerian Kesehatan sudah ada Si Gizi. Jadi pengukuran itu langsung dimasukkan ke dalam sistem,” kata Ismi, Selasa (29/9/2026).

 

Menurutnya, sistem tersebut membuat informasi dari lapangan dapat diketahui dalam waktu yang lebih singkat. Setelah data pengukuran dimasukkan, tim di tingkat kabupaten dapat melihat kondisi yang tercatat pada hari yang sama.

 

“Jadi kita bisa langsung melihat hari itu berapa yang ditemukan stunting,” ujarnya.

 

Kecepatan tersebut menjadi penting dalam pemantauan karena data bukan sekadar angka yang dikumpulkan untuk kebutuhan administrasi. Hasil pengukuran dapat menjadi gambaran mengenai kondisi sasaran di lapangan sekaligus membantu pemerintah melihat wilayah atau kelompok yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

 

Sebelumnya, proses pelaporan yang dilakukan secara bertingkat membutuhkan waktu sebelum informasi dari tingkat pelayanan sampai kepada pengelola program di kabupaten. Dengan sistem digital, proses tersebut dipangkas sehingga data dapat bergerak lebih cepat dari lapangan ke pengambil kebijakan.

 

Ismi mengatakan akses terhadap data juga tidak berhenti di tingkat kabupaten. Sistem yang digunakan merupakan bagian dari sistem informasi Kementerian Kesehatan sehingga data yang dimasukkan dari daerah dapat terhubung dengan pemantauan pada tingkat yang lebih tinggi.

 

“Bisa diakses oleh Kementerian Kesehatan juga,” jelasnya.

 

Bagi penanganan stunting, ketersediaan data secara lebih cepat memberikan dasar yang lebih kuat untuk melakukan pemantauan. Pemerintah dapat melihat hasil pengukuran yang masuk sekaligus mengikuti perkembangan kondisi gizi anak berdasarkan data yang diperbarui dari lapangan.

 

Digitalisasi tersebut menjadi salah satu bagian dari penguatan sistem penanganan stunting Kukar. Selain memperkuat pelayanan dan pengukuran di tingkat masyarakat, pemerintah daerah juga membangun mekanisme agar informasi hasil pelayanan dapat segera terbaca dan digunakan.

 

“Sekarang dari Kementerian Kesehatan sudah ada Si Gizi, jadi pengukuran itu langsung dimasukkan ke dalam sistem,” pungkas Ismi. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi).