Strategi Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Desa Purwajaya menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui kegiatan rembuk stunting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Forum ini diikuti oleh perwakilan dari 8 Posyandu Balita, 4 Taman Kanak-Kanak (termasuk TK Besar Kecil Gaharu Plus), ibu-ibu PKK, Penyuluh KB, anggota BPD, Ketua KPM, Pendamping Desa dan Kecamatan, Koordinator RT, kader BKB, tenaga kesehatan, serta aparat keamanan desa dan kecamatan.
Salah satu sesi yang menarik adalah pemaparan dari Ahli Gizi Puskesmas Loa Janan, Dewi Safarina, A.MG, yang membawakan materi bertajuk “Strategi Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting.”
Dalam presentasinya, Dewi menekankan bahwa stunting bukan semata-mata akibat kekurangan makanan, melainkan karena kurangnya pemahaman tentang gizi yang tepat. “Sering kali, makanan tersedia di rumah, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal karena orang tua belum memahami komposisi gizi yang dibutuhkan anak sesuai usianya,” ujar Dewi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang sesuai, serta pembentukan kebiasaan makan sehat dalam keluarga. “Gizi seimbang bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas dan waktu pemberian. Anak usia dini sangat bergantung pada pola makan yang dibentuk oleh orang tua,” tambahnya.
Sebagai solusi praktis, Ibu Dewi memberikan panduan penyusunan menu harian untuk balita dan ibu hamil, serta mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat agar penyerapan gizi dapat berlangsung optimal. “Cuci tangan sebelum makan, sanitasi lingkungan, dan air bersih adalah bagian tak terpisahkan dari strategi pencegahan stunting,” jelasnya.
Materi ini mendapat respons positif dari peserta, terutama ibu-ibu PKK, kader Posyandu, dan guru TK, yang merasa mendapatkan bekal langsung untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Desa Purwajaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penurunan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN