Wabup Kukar Pastikan Program Seragam Gratis Berjalan Optimal di SMPN 5 Kota Bangun

Wabup Kukar Pastikan Program Seragam Gratis Berjalan Optimal di SMPN 5 Kota Bangun

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap program pro-rakyat berjalan sesuai harapan. Salah satu fokusnya adalah Program Perlengkapan Seragam Sekolah Gratis yang digulirkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKab) 2025. Untuk memastikan realisasi program ini berjalan lancar, Wabup Rendi melakukan kunjungan langsung ke SMP Negeri 5 Kota Bangun, Kecamatan Kota Bangun.

Rendi menyapa hangat para siswa yang antusias menyambut kedatangan orang nomor dua di Kukar tersebut. Kehadirannya juga disambut langsung oleh Kepala SMP Negeri 5 Kota Bangun, Dewi, beserta jajaran guru pengajar.

Dalam kesempatan itu, Rendi menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan agar program berjalan transparan dan mudah diakses oleh masyarakat. Ia menjelaskan mekanisme yang berlaku saat ini, di mana orang tua siswa penerima bantuan cukup menunjukkan bukti kwitansi pembayaran seragam dan perlengkapan sekolah untuk diverifikasi.

“Mulai tahun depan program ini akan berjalan lebih optimal, pihak sekolah yang akan menyiapkan langsung seragam dan perlengkapan gratis bagi seluruh siswa baru,” ungkap Rendi Solihin.

Namun, ia juga memastikan fleksibilitas tetap diberikan. Jika ada orang tua yang tidak memiliki bukti lengkap, penggantian tetap bisa dilakukan melalui kesepakatan bersama, yakni dengan pemberian langsung seragam dan perlengkapan sekolah.

Program ini, lanjut Rendi, merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Kukar untuk meringankan beban pendidikan masyarakat. Tujuannya jelas: tidak ada anak di Kukar yang tertinggal hanya karena kendala biaya.

Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 5 Kota Bangun, Dewi, mengonfirmasi bahwa dana BOSKab untuk program bantuan perlengkapan sekolah gratis sudah masuk ke rekening sekolah. Saat ini, pihaknya tinggal melakukan proses pembelanjaan sebelum diserahkan kepada orang tua siswa.

“Memang pihak kami memberikan dua opsi kepada orang tua, berupa penggantian secara tunai seragam yang sudah mereka beli sebelumnya. Namun dengan catatan, harus menyertakan bukti lengkap sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Dan kesepakatannya orang tua, mereka meminta seragam saja,” tutup Dewi.

Sebagai informasi, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 64 miliar untuk program ini melalui BOSKab 2025. Rinciannya, setiap peserta didik PAUD mendapat Rp 1,2 juta, SD Rp 1,5 juta, dan SMP Rp 1,8 juta. Paket perlengkapan sekolah yang wajib disediakan meliputi: 1 stel seragam nasional (merah putih untuk SD, biru putih untuk SMP) beserta atribut, 1 stel seragam pramuka, 1 stel seragam batik khas sekolah, 1 stel seragam olahraga, Topi, dasi, ikat pinggang, kaos kaki, dan jilbab

Jika anggaran masih mencukupi, sekolah juga diperbolehkan menambahkan tas dan perlengkapan belajar lainnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Kukar berharap tidak ada lagi keluhan terkait biaya seragam sekolah, sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dengan layak.(adv/prokomkukar/kn2/rhi)