Atasi Stunting, Puskesmas Rapak Mahang dan Kelurahan Bukit Biru Gencarkan Pendampingan Balita

Atasi Stunting, Puskesmas Rapak Mahang dan Kelurahan Bukit Biru Gencarkan Pendampingan Balita

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Kelurahan Bukit Biru menjadi wilayah dengan persentase stunting tertinggi di antara empat kelurahan yang masuk wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang. Dari 292 balita yang tercatat, sebanyak 57 di antaranya masuk dalam kategori stunting.

Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, mengatakan jumlah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan tumbuh kembang balita di wilayah kerja puskesmas.

“Yang persentasenya paling tinggi ada di Bukit Biru. Dari 292 balita, ada 57 yang stunting,” kata Siti, Kamis (8/10/2026)

Berdasarkan data tersebut, proporsi balita stunting di Bukit Biru mencapai sekitar 19,52 persen. Angka itu berada di atas persentase keseluruhan wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang yang mencapai 17,27 persen.

Meski demikian, Siti mengatakan angka tersebut perlu dilihat bersama dengan jumlah kunjungan dan cakupan pemantauan balita di wilayah tersebut. Tingginya jumlah anak yang datang ke layanan kesehatan juga membuat proses pendataan dan pemantauan pertumbuhan lebih aktif.

“Memang jumlah kunjungannya juga tinggi,” ujarnya.

Siti menjelaskan, data stunting yang tercatat saat ini bukan serta-merta menunjukkan munculnya kasus baru. Sebagian besar merupakan anak yang telah masuk dalam status stunting sebelumnya dan masih membutuhkan pendampingan untuk mengejar pertumbuhan.

Karena itu, penanganan di Bukit Biru tidak hanya diarahkan pada pencatatan angka, tetapi juga pemantauan kondisi anak secara berkala. Puskesmas melakukan pendampingan bersama kader Posyandu dan keluarga.

Selain intervensi melalui layanan kesehatan, keluarga juga mendapat dukungan berupa pemberian makanan tambahan. 

"Anak yang masuk dalam data stunting juga diarahkan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kebutuhan," papar Siti. 

Siti menekankan, penanganan tidak berhenti pada intervensi dari tenaga kesehatan. Pola pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak di rumah menjadi bagian penting dalam proses perbaikan kondisi balita.

“Orang tua itu yang paling berperan. Kita ini bagian dari support system,” tegasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)