BKKBN Kaltim Tekankan penggunaan Data Akutat untuk Tangani Stunting
kukarnews.id, SAMARINDA – Perwakilan BKKBN, Nur Rizki, menegaskan pentingnya basis data akurat untuk mendukung program stunting. Menurutnya, ada dua sumber data utama yang bisa menjadi pijakan, yakni Electronic Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) dari Posyandu, serta data Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
“Kedua data ini saling melengkapi. Dengan basis data yang kuat, kita bisa menentukan intervensi yang tepat sasaran,” jelas Nur Rizki saat rapat penanganan stunting Kaltim. (24/9/2025).
Saat ini tercatat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai satu-satunya daerah yang konsisten menekan kasus stunting. Dengan adanya dukungan anggaran yang cuup besar, diharapkan hasil juga bisa maksimal dengan target tepat sasaran.
Sejak Maret 2025, sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), belanja stunting sudah memiliki kode rekening khusus dalam APBD. Bahkan mendapatkan penanda (tagging) yang terhubung dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa angka stunting saat ini 22,02 persen, hanya sedikit menurun dari 22,09 persen sebelumnya.
“Target minimal kita 18,8 persen sesuai target nasional. Kami juga terus memperbaiki progres input data aksi konvergensi pada website Aksi Bangda,” katanya.
Jaya juga menekankan perlunya memperluas sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saat ini MBG lebih banyak menyasar anak sekolah. Padahal balita, ibu hamil, dan ibu menyusui justru lebih membutuhkan prioritas. Mencegah jauh lebih mudah daripada mengintervensi,” tegasnya.(adv/diskominfokukar/stg/kn2/rhi)
adminKN