Dinkes Kukar Gandeng Sekolah dan Kemenag Perluas Intervensi Remaja Putri

Dinkes Kukar Gandeng Sekolah dan Kemenag Perluas Intervensi Remaja Putri

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Intervensi kesehatan remaja putri di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diperluas melalui lingkungan pendidikan. Dinas Kesehatan Kukar menggandeng perangkat yang membidangi pendidikan umum maupun keagamaan untuk memastikan program pencegahan anemia menjangkau remaja putri di berbagai satuan pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufiddah, mengatakan pelaksanaan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dilakukan dengan membangun kerja sama bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

“Pemberiannya setiap minggu untuk remaja putri itu kerja sama dengan Dikbud ya. Dan dengan Kemenag juga,” kata Ismi, Jumat (25/9/2026). 

Kerja sama tersebut dibangun karena kelompok sasaran tidak hanya berada di sekolah umum. Remaja putri juga menempuh pendidikan di satuan pendidikan yang berada dalam pembinaan Kementerian Agama, sehingga cakupan intervensi perlu disesuaikan dengan struktur pendidikan masing-masing.

“Kalau Kemenag kan berarti dia MTs dan MAN ya. Kalau yang di sekolah umum kan SMP, SMA,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, intervensi kesehatan dapat menjangkau remaja putri pada jenjang pendidikan menengah pertama hingga menengah atas, baik melalui sekolah umum maupun madrasah.

Dinas Kesehatan Kukar menjadikan lingkungan sekolah sebagai sasaran utama karena program dapat dilaksanakan secara lebih terorganisasi. Remaja putri yang menjadi sasaran dapat memperoleh tablet tambah darah secara rutin melalui mekanisme yang dibangun bersama pihak sekolah.

Ismi menegaskan sasaran program tidak dibatasi hanya pada satu jenjang pendidikan. Remaja putri yang masih berada dalam usia sekolah menjadi bagian dari kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam pencegahan anemia.

“Intinya remaja putri sampai usia 18, sampai kelas 3 SMA. Dia pakai sasaran sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut juga memperluas jangkauan sektor kesehatan. Dinas Kesehatan tidak harus bekerja sendiri untuk menjangkau seluruh sasaran, tetapi dapat memanfaatkan jaringan pendidikan yang sudah tersedia hingga ke sekolah dan madrasah.

Di sisi lain, keterlibatan sektor pendidikan menjadi penting untuk menjaga kesinambungan program. Pemberian tablet tambah darah dilakukan secara rutin sehingga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekolah agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai sasaran.

Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pencegahan masalah kesehatan tidak selalu dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menjangkau kelompok usia remaja sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Melalui kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan umum dan pendidikan keagamaan, Kukar berupaya memperluas jangkauan intervensi kesehatan remaja putri. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan pencegahan yang dilakukan sebelum perempuan memasuki fase kehamilan.

“Jadi kita juga intervensi, tapi ini juga sebenarnya bukan hal baru,” pungkas Ismi. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)