Disdikbud Kukar Gandeng Lintas OPD Tekan Angka Putus Sekolah
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menekan angka putus sekolah. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jalur pendidikan nonformal.
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menjelaskan bahwa anak-anak yang putus sekolah ini sebelumnya tercatat di Dapodik, namun datanya hilang dari sistem.
"Dari data Dapodik kita bisa mengetahui sekolah asal, kelas, dan kapan mereka putus sekolah. Setelah itu, kami lakukan verifikasi, pendampingan, edukasi, dan pendaftaran ulang melalui jalur pendidikan nonformal, yaitu paket A, B, dan C," ujarnya.
Langkah ini menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam dua tahun terakhir, jumlah peserta didik di pendidikan kesetaraan meningkat dari sekitar 3.500 menjadi lebih dari 8.500 orang.
Hal ini menunjukkan efektivitas program pendampingan dan edukasi yang diberikan kepada anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.
Selain Disdikbud, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar juga terlibat dalam upaya ini. Kepala BRIDA, Maman Setiawan, menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama daerah.
Kajian BRIDA pada 2024 menunjukkan bahwa salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah adalah ketidaksesuaian jalur pendidikan dengan minat dan bakat siswa.
Dengan kolaborasi lintas OPD, verifikasi data yang tepat, pendampingan intensif, dan pemanfaatan jalur pendidikan nonformal.
Pemerintah Kukar menargetkan agar setiap anak kembali mengenyam pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis agar pendidikan di Kukar lebih inklusif, menyesuaikan minat dan bakat siswa, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan formal atau nonformal sesuai potensinya. (adv/disdikbudkukar/kn5/rhi)
adminKN