Distanak Kukar Tingkatkan Kapasitas KWT untuk Perkuat Intervensi Stunting

Distanak Kukar Tingkatkan Kapasitas KWT untuk Perkuat Intervensi Stunting
Kepala Distanak Kabupaten Kukar, Moh. Rifani

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya membutuhkan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya pangan. Karena itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar terus mendorong peningkatan kapasitas petani, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT).

Kepala Distanak Kabupaten Kukar, Moh. Rifani mengatakan, pembinaan menjadi bagian dari program Distanak untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam menjalankan kegiatan pertanian.

“Untuk KWT, memang kita programkan juga untuk peningkatan kapasitasnya melalui kegiatan peningkatan kapasitas petani,” kata Rifani, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, pelatihan dibutuhkan karena kemampuan sumber daya manusia di setiap wilayah tidak selalu sama. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kelompok diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mengelola kegiatan pertanian.

“Jadi kalau pelatihan pasti meningkat pengetahuannya. Karena target kita harus meningkatnya kapasitas mereka,” ujarnya.

Rifani mencontohkan salah satu materi yang dapat diperkuat melalui pelatihan adalah manajemen keuangan. Kemampuan tersebut penting bagi kelompok agar kegiatan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga dapat dikelola secara terencana.

“Misalnya dalam hal manajemen keuangan. Nah, mereka pasti pengetahuannya terkait manajemen keuangan pasti meningkat,” jelasnya.

Peningkatan kapasitas tersebut juga berkaitan dengan kemampuan kelompok dalam mengelola bantuan dan fasilitas pertanian yang diberikan pemerintah. Bagi KWT, kemampuan tersebut dapat menunjang pengelolaan kegiatan tanaman pekarangan, hortikultura maupun fasilitas seperti greenhouse.

Dalam kaitannya dengan penanganan stunting, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kelompok yang memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pangan yang tersedia di lingkungannya.

Pendekatan tersebut melengkapi intervensi Distanak dari sisi hulu. Selain menyediakan telur dan daging untuk mendukung pemenuhan pangan pada lokus stunting, dinas juga mendorong kemampuan kelompok masyarakat dalam memproduksi dan mengelola pangan secara mandiri.

Rifani menilai peningkatan kapasitas tidak dapat dilepaskan dari kondisi masing-masing wilayah. Kemampuan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor yang menentukan sejauh mana program pertanian dapat berkembang di lapangan.

Karena itu, pembinaan tetap menjadi bagian dari program Distanak Kukar. Pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan kelompok sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Target kita harus meningkatnya kapasitas mereka, agar pengetahuan akan pangan semakin baik yang berhubungan langsung dengan penanganan stunting” pungkas Rifani. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)