Gerakan Pemberian Makanan Tambahan Sasar 191 Anak Berpotensi Stunting

Gerakan Pemberian Makanan Tambahan Sasar 191 Anak Berpotensi Stunting

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan memberikan makanan tambahan kepada 191 anak selama dua bulan ke depan. 

 

191 anak tersebut adalah mereka yang terdata mengalami kekurangan gizi, berat badan kurang dan berat badan tidak naik. Data diperoleh saat Pemkab Kukar melakukan penimbangan dan pengukuran serentak beberapa waktu lalu. 

 

”Penanganan ini harus cepat dengan gerakan memberikan makanan tambahan selama dua bulan ke depan," tegas Bupati Kukar, Edi Damansyah, Rabu (16/7/2024).

 

Perlahan tapi pasti, Edi mengatakan penanganan stunting berjalan dengan baik. Tapi dia berpesan kepada seluruh jajaran terkait yang bertanggung jawab atas kasus ini, agar melakukan  penanganan secara terukur sesuai data. 

 

"Banyak kasus ditemukan dikatakan stunting, tapi belum stunting. Dari hasil penimbangan dan pengukuran serentak yang dilakukan bulan Juni kemarin, pelaksanaanya sudah mencapai 99 persen," kata Edi. 

 

Lanjut Edi, melalui pendataan serentak pihaknya sudah memiliki gambaran jelas untuk mengambil langkah penanganan stunting, dalam rangka menurunkan angka stunting di 2024. Seperti gerakan pencegahan yang dilakukan di Posyandu selama ini. 

 

Ia memberi contoh penanganan yang dilakukan Posyandu di Kecamatan Tenggarong Seberang. Sama dengan yang lainnya, Posyandu ini telah melakukan penimbangan dan pengukuran serentak terhadap 4.543 balita dan anak-anak selama satu bulan. 

 

"Dari 4.543 ada 12,46 persen masuk kategori berpotensi stunting. Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan menjadi stunting," jelasnya.

 

“Tim penanganan stunting di kecamatan adalah camat, kelurahan adalah lurah kades. Jadi lakukan tugasnya masing-masing dengan baik, terutama dalam dua bulan ke depan,” timpalnya. 

 

Edi juga mengajak perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk bersama-sama membantu menyukseskan penanganan stunting melalui Gerakan Pemberian Makanan Tambahan. 

 

“Para perusahaan sekitar ayo bisa ikut berpartisipasi. Ini harus diperhatikan jangan sampai ini akan menjadi stunting dikemudian hari,” ajaknya. (adv/diskominfokukar/stg/kn3/rhi)