Kebijakan Nasional Orang Tua Asuh Sudah Dijalankan di Kukar

Kebijakan Nasional Orang Tua Asuh Sudah Dijalankan di Kukar
Keterangan Gambar : Pemberian Makanan Bergizi bagian dari hasil program Bakti Pantas

kukarnews.id, KUTAI KARTNEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menerapkan Kebijakan Nasional Orang Tua Asuh sebagai langkah percepatan dan penanganan pencegahan stunting. Kebijakan ini menjadi bagian integral dari program Bakti Pantas, yang merupakan turunan dari inovasi Pemkab Kukar yakni Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (Raga Pantas).

Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA), diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017, Peraturan Menteri Sosial Nomor 30 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2020.

Program Bakti Pantas dirancang untuk memberikan penanganan komprehensif kepada keluarga yang berisiko stunting. Program ini mencakup berbagai aspek seperti gizi, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, pola orang tua asuh, dan kesejahteraan. Melalui pendekatan ini, diharapkan masalah stunting dapat diatasi secara efektif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam mengikuti program-program yang telah disediakan. "Kerja sama dan inovasi adalah kunci keberhasilan program ini. Kami berharap program Bakti Pantas dapat memberikan dampak signifikan dalam penurunan angka stunting di Kutai Kartanegara," ujar Sunggono.

Selama tahun 2024, program Bakti Pantas telah menunjukkan dampak yang signifikan dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara. Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai intervensi yang dilakukan, termasuk pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi kepada orang tua, dan peningkatan akses layanan kesehatan.

"Di Kukar sudah jalan, bahkan 2024 kemarin itu sudah efektif bisa memberikan kontribusi terhadap penurunan angka stunting," jelasnya.

Sunggono menjelaskan program Bakti Pantas melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh stunting. "Para orang tua asuh ini terdiri dari pejabat, perorangan, kepala desa, dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan stunting," terangnya.

Dengan dukungan dari semua pihak, Pemkab Kukar optimis bahwa program ini dapat mencapai target dan membantu anak-anak tumbuh sehat dan kuat. Program Bakti Pantas diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam upaya penanganan stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Program Bakti Pantas telah berhasil mencapai target yang diharapkan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi anak-anak di Kukar. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas program ini agar dapat mencapai hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)