Kukar Paparkan Kesuksesan Penanganan Stunting kepada BKKBN Kaltim

Kukar Paparkan Kesuksesan Penanganan Stunting kepada  BKKBN Kaltim
Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono saat memaparkan penanganan stunting kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati.

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Kukar) Kutai Kartanegara (Kukar) memaparkan kesuksesan penanganan stunting kepada perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur dalam sebuah agenda pertemuan penyerahan data Keluarga Resiko Stunting (KRS) yang berlangsung di Ti Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Tenggarong. Rabu (13/4/2025).

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono dan di hadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati.

Dalam pemaparannya, Sunggono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Kukar. Data yang disampaikan menunjukkan adanya penurunan signifikan angka stunting berkat berbagai program intervensi yang telah dilakukan. Program-program tersebut meliputi pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan, dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Sunggono juga mengungkapkan bahwa penanganan stunting di tahun 2024 difokuskan pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan. "Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan anak-anak di Kukar tumbuh sehat dan bebas dari stunting," ujar Sunggono.

Kesuksesan penanganan stunting di Kukar tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan secara konsisten dan terintegrasi. Salah satu program unggulan adalah pemberian makanan tambahan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil yang berisiko stunting. Selain itu, edukasi kesehatan yang dilakukan secara intensif telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Peningkatan akses layanan kesehatan juga menjadi faktor kunci dalam penanganan stunting. Pemerintah daerah telah memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga lebih banyak keluarga yang dapat menerima layanan kesehatan yang memadai. Selain itu, pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader posyandu juga terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan.

Sunggono menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. "Kami melihat perubahan positif dalam kesehatan dan perkembangan anak-anak di Kukar. Ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen bersama," katanya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)