Pencegahan Stunting di Loa Janan Libatkan Posyandu hingga KUA

Pencegahan Stunting di Loa Janan Libatkan Posyandu hingga KUA

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memperkuat upaya pencegahan stunting melalui kegiatan posyandu, pelayanan puskesmas, dan koordinasi lintas sektor. Salah satu unsur yang dilibatkan ialah Kantor Urusan Agama (KUA), terutama dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan pencegahan stunting perlu dimulai sejak sebelum pasangan menikah. Kesiapan membangun keluarga, pemahaman mengenai kesehatan, dan perhatian terhadap kebutuhan gizi menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

“Pencegahan harus dilakukan dari hulu. Calon pengantin perlu mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan dan kesiapan membangun keluarga, sehingga upaya pencegahan tidak baru dimulai ketika anak mengalami masalah pertumbuhan,” ujar Hery.

Menurutnya, KUA dapat mengambil peran melalui edukasi pranikah, termasuk memberikan pemahaman mengenai ketentuan usia perkawinan. Sementara itu, aspek kesehatan perlu didukung tenaga kesehatan agar calon orang tua memperoleh informasi yang sesuai mengenai kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan.

Setelah pasangan menikah, upaya pencegahan perlu dilanjutkan melalui perhatian terhadap kesehatan ibu selama kehamilan, pemenuhan gizi, serta pengasuhan anak selama fase rawan hingga dua tahun. 

"Karena memang pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada penanganan balita, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga sejak awal," terang Hery.

Di tingkat desa, kegiatan posyandu menjadi salah satu sarana untuk memantau pertumbuhan balita. Pelayanan puskesmas juga diperlukan untuk mendukung pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan kesehatan ibu dan anak.

Hery mengatakan, koordinasi lintas sektor diperlukan karena pencegahan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan.

“Stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan. Kecamatan, pemerintah desa, KUA, kader posyandu, dan keluarga memiliki peran masing-masing. Karena itu, kita harus membangun sinergi supaya pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat dapat disampaikan melalui berbagai kegiatan dan jaringan yang sudah terbentuk di lingkungan desa. Cara tersebut diharapkan membantu memperluas pemahaman keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.

Hery berharap keterlibatan seluruh unsur tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program pencegahan stunting di Kecamatan Loa Janan. 

"Konsistensi pelayanan kesehatan dan peningkatan kesadaran keluarga menjadi bagian penting untuk mendukung tumbuh kembang anak," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)