PKMK Jadi Dukungan Nutrisi Khusus untuk Anak dengan Masalah Pertumbuhan

PKMK Jadi Dukungan Nutrisi Khusus untuk Anak dengan Masalah Pertumbuhan

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemenuhan kebutuhan gizi anak dengan gangguan pertumbuhan tidak selalu cukup melalui makanan sehari-hari. Pada kondisi medis tertentu, anak dapat membutuhkan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) sebagai dukungan nutrisi yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.

Ahli Gizi UPTD Puskesmas Rapak Mahang, Andini, menjelaskan PKMK menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat diberikan kepada anak yang membutuhkan penanganan gizi lebih lanjut. Produk tersebut digunakan berdasarkan indikasi medis, terutama ketika anak memerlukan tambahan asupan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisinya.

“PKMK ini berupa susu yang kalorinya lebih tinggi dibandingkan makanan biasa. Pemberiannya harus melalui dokter spesialis anak dan menggunakan resep,” ujar Andini.

Ia menerangkan, pemberian PKMK tidak dilakukan secara otomatis kepada seluruh anak yang mengalami stunting. Dokter spesialis anak terlebih dahulu memeriksa kondisi pasien untuk menentukan kebutuhan penanganan, termasuk apakah anak memerlukan pangan khusus sebagai bagian dari intervensi gizinya.

Setelah menjalani pemeriksaan, anak yang membutuhkan dukungan lanjutan dapat diarahkan kembali ke layanan gizi untuk mendapatkan pendampingan. Mekanisme tersebut membantu memastikan pemberian nutrisi khusus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

"Pendekatan ini adalah bagian dari penanganan stunting yang tidak hanya berfokus pada pengukuran tinggi dan berat badan," jelas Andini.

Menurut Andini, Kondisi kesehatan anak secara menyeluruh juga perlu diperhatikan agar intervensi yang diberikan sesuai dengan masalah yang ditemukan.

PKMK sendiri memiliki peruntukan khusus sehingga penggunaannya perlu mengikuti arahan tenaga medis. Pangan tersebut bukan pengganti seluruh makanan sehari-hari, melainkan bagian dari tata laksana gizi untuk kondisi tertentu berdasarkan penilaian profesional kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, layanan dokter spesialis anak dan konsultasi gizi menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut. Pemeriksaan lanjutan memungkinkan tenaga kesehatan menentukan bentuk dukungan nutrisi yang tepat sekaligus memantau perkembangan kondisi anak.

"Jadi rujukannya dikasih oleh dokter spesialis untuk kemudian ke ahli gizi agar diberikan PKMK ini," terang Andini.

Andini berujar, melalui pendekatan yang terarah, pemberian PKMK diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak yang memerlukannya. Intervensi tersebut tentunya tetap perlu disertai pemantauan pertumbuhan, perbaikan pola makan, serta penanganan faktor kesehatan lain.

"Agar upaya memperbaiki kondisi anak berjalan secara menyeluruh," Pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)