PIK-R Jadi Bagian Pencegahan Stunting Sejak Remaja di Kukar
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menyasar keluarga yang telah memiliki anak. Pemerintah juga membangun edukasi sejak masa remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Sri Lindawati, mengatakan remaja menjadi sasaran penting karena mereka merupakan calon orang tua di masa mendatang. Pembekalan sejak sekolah diharapkan membentuk pengetahuan dan perilaku sebelum mereka memasuki kehidupan berkeluarga.
“Kenapa kita masuk ke PIK-R di sekolah? Karena remaja ini nantinya adalah cikal bakal yang akan menjadi keluarga,” kata Sri.
PIK-R menyasar remaja usia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah. Melalui program tersebut, remaja tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong menjadi konselor sebaya bagi teman-temannya.
Menurut Sri, pendekatan melalui teman sebaya diperlukan karena tidak semua remaja merasa nyaman menyampaikan persoalan pribadi kepada guru atau orang dewasa. Konselor sebaya diharapkan dapat menjadi jembatan ketika remaja menghadapi persoalan yang berkaitan dengan pergaulan maupun kehidupan sosialnya.
“Anak-anak remaja ini kadang-kadang walaupun dari guru BK di masing-masing sekolah, biasanya ada faktor keengganan, malu dan sebagainya untuk dia menyampaikan permasalahannya,” jelasnya.
Materi yang dibawa melalui PIK-R antara lain pencegahan penyalahgunaan NAPZA, seks bebas dan pernikahan dini. Edukasi tersebut juga ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan remaja sebelum membangun keluarga.
Sri mengaitkan pendekatan tersebut dengan agenda pencegahan stunting. Menurutnya, kesiapan seseorang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga menjadi bagian dari rangkaian panjang pencegahan masalah pertumbuhan anak.
“Pernikahan dini, seks bebas ini kan cikal bakalnya untuk pencegahan stunting juga. Jadi, misi kita ke sana,” ujarnya.
Para pengurus PIK-R yang telah dipilih di sekolah kemudian mendapatkan pembekalan dan pembinaan. Mereka diarahkan untuk menyampaikan kembali informasi kepada teman-teman sebaya sekaligus menjadi bagian dari penyebarluasan edukasi pemerintah.
“Siapa nanti yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah kita berikan pembekalan, dilakukan pembinaan untuk dia nanti secara masif, secara intens menyampaikan, menyuarakan, menjadi perpanjangan kita,” katanya.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui keberadaan Duta Generasi Berencana (GenRe). Para duta didorong menjadi contoh bagi remaja lain sekaligus membawa pesan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, sehingga edukasi pencegahan stunting dapat dimulai jauh sebelum seseorang menjadi orang tua.
“Anak-anak kita ini yang sudah bisa menjembatani dan menjadi role model bagi teman-teman sebayanya,” pungkas Sri. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)
adminKN 