Puskesmas Rapak Mahang Perluas Intervensi Gizi untuk 165 Balita

Puskesmas Rapak Mahang Perluas Intervensi Gizi untuk 165 Balita

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang masih berada di atas rata-rata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Hingga 30 September 2026, tercatat 165 balita mengalami stunting dari total 955 balita yang tersebar di empat kelurahan.

Kepala Puskesmas Rapak Mahang, Siti Aminah, mengatakan angka tersebut setara dengan 17,27 persen. Persentase itu masih lebih tinggi dibandingkan angka stunting tingkat Kabupaten Kukar yang berada di kisaran 14 persen.

“Per 30 September, data stunting kita dari 955 balita di empat kelurahan ada 165 balita atau 17,27 persen. Ini memang lebih tinggi dari angka kabupaten yang sekitar 14 persen,” kata Siti, Kamis (8/10/2026)

Empat kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang yakni Jahab, Bukit Biru, Timbau dan Melayu. Sebaran kasus di masing-masing wilayah menunjukkan angka yang berbeda, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama.

Menurut Siti, data tersebut menjadi gambaran kondisi balita yang masih membutuhkan pendampingan dalam aspek pertumbuhan dan pemenuhan gizi. Puskesmas bersama kader Posyandu dan pihak kelurahan terus melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang masuk dalam kategori stunting.

“Kasus-kasus ini tetap kita jaga dan kita pantau supaya tidak jatuh ke kondisi gizi buruk,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan stunting juga diarahkan pada penguatan intervensi sejak masa awal kehidupan anak. Selain pemantauan pertumbuhan, keluarga mendapatkan dukungan melalui program pemberian makanan tambahan dan layanan kesehatan.

Siti menegaskan, keberadaan Puskesmas merupakan bagian dari sistem pendukung. Peran keluarga, khususnya orang tua, tetap menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi setiap hari.

Dengan kondisi tersebut, Puskesmas Rapak Mahang terus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar penanganan 165 balita tersebut berjalan berkelanjutan. 

"Targetnya bukan hanya menekan angka stunting, tetapi juga memastikan anak-anak yang sudah teridentifikasi mendapatkan pendampingan sampai kondisi pertumbuhannya membaik," pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)