Tak Hanya Gizi, Pola Asuh Anak Juga Berperan Untuk Cegah Stunting

Tak Hanya Gizi, Pola Asuh Anak Juga Berperan Untuk Cegah Stunting

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memastikan keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan anak. Pemahaman orang tua mengenai pemilihan makanan bergizi, pola pemberian makan, dan pengasuhan turut menentukan terpenuhinya kebutuhan tumbuh kembang anak.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan persoalan gizi anak berkaitan erat dengan kebiasaan dan pengetahuan keluarga dalam merawat anak sehari-hari. Karena itu, edukasi kepada orang tua perlu terus diperkuat agar kebutuhan nutrisi anak dapat dipenuhi secara tepat.

“Tidak semua persoalan gizi berkaitan dengan kemampuan ekonomi. Ada keluarga yang secara finansial cukup, tetapi belum tentu memahami bagaimana memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak,” ujarnya.

Menurut Hery, orang tua perlu memahami bahwa makanan yang diberikan kepada anak bukan sekadar membuatnya kenyang. Kandungan gizi, variasi makanan, serta kebiasaan makan yang baik harus menjadi perhatian agar pertumbuhan anak berlangsung optimal.

Ia menilai pengetahuan tersebut perlu dibangun sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki fase berkeluarga. Edukasi mengenai kesehatan dan persiapan menjadi orang tua menjadi bagian penting dalam upaya mencegah persoalan gizi yang dapat berdampak pada pertumbuhan anak.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu mengetahui apa yang dibutuhkan anak, bagaimana pola makannya, dan bagaimana memantau pertumbuhannya,” jelasnya.

Hery juga menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu. Pemeriksaan secara rutin memungkinkan orang tua mengetahui perkembangan berat dan tinggi badan anak sekaligus memperoleh informasi apabila ditemukan kondisi yang perlu ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.

Menurutnya, posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan anak, tetapi juga ruang bagi orang tua untuk mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan ibu dan anak. Peran kader posyandu diperlukan untuk membantu menyampaikan informasi tersebut secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Di sisi lain, penyampaian edukasi tidak selalu harus dilakukan melalui pertemuan besar yang mengumpulkan seluruh orang tua. Hery menilai informasi dapat disebarkan secara berantai melalui kader, perangkat desa, kegiatan kemasyarakatan, serta lingkungan keluarga agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Tidak mungkin semua orang tua selalu bisa dikumpulkan dalam satu kegiatan. Karena itu, informasi harus terus disampaikan melalui berbagai jalur supaya pengetahuan tentang gizi dan pola asuh semakin luas,” katanya.

Hery berharap keterlibatan keluarga dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan stunting di Kecamatan Loa Janan. Menurutnya, kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi dan memantau pertumbuhan anak harus berjalan beriringan.

"Dengan dukungan posyandu serta layanan kesehatan, ditambah pola asuh yang baik, kita bisa menekan angka stunting secara bersama," tutup Hery. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)