TMMD ke-130 Sasar Jalan, Rumah Warga, dan Jembatan

TMMD ke-130 Sasar Jalan, Rumah Warga, dan Jembatan

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyasar pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan masyarakat. Selama satu bulan, Kodim 0906/Kukar bersama Pemerintah Kabupaten Kukar akan melaksanakan sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Pertahanan, TNI, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah, terutama desa yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Menurut Benny, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong percepatan pembangunan melalui berbagai sasaran yang telah direncanakan bersama pemerintah daerah. “Tujuannya sebagai akselerator pembangunan di wilayah, terutama di desa” katanya.

Salah satu sasaran utama TMMD ke-130 adalah peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter dengan menggunakan material agregat B lokal. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat di Desa Jembayan Tengah.

Selain jalan usaha tani, program tersebut mencakup pembangunan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), serta renovasi satu musala. Pekerjaan fisik lainnya meliputi pembangunan gorong-gorong dan lima jembatan kayu. Berbagai sasaran tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan dan fasilitas sanitasi hingga tempat tinggal, rumah ibadah, serta sarana penghubung antarwilayah.

Melalui pembangunan tersebut, TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga menyasar fasilitas yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga menghadirkan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, dan penyuluhan stunting.

Program ini turut dilengkapi kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan pengobatan gratis massal. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Melalui rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik itu, program TMMD diharapkan dapat mendukung pembangunan desa sekaligus menjangkau kebutuhan masyarakat melalui penyuluhan dan pelayanan kesehatan.

Benny mengatakan, seluruh kegiatan yang telah direncanakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

“Kegiatan yang akan kita laksanakan dalam satu bulan ke depan,” tutupnya. (kn1/rhi)