WBP Jadi Kader Kesehatan, Perkuat Pelayanan Klinik Lapas Tenggarong

WBP Jadi Kader Kesehatan, Perkuat Pelayanan Klinik Lapas Tenggarong

kukarnews.id, TENGGARONG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong terus memberikan pelayanan maksimal, salah satunya di bidang kesehatan yang bisa dimanfaatkan bagi warga binaan pemasyarakatan dan petugas dengan berdirinya Klinik Lapas Tenggarong.

Saat ini tenaga medis yang telah tersedia di Klinik Lapas Tenggarong terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker, tenaga administrasi yang masing-masing berjumlah sebanyak 1 (satu) orang. Selain itu untuk mendukung dan membantu memberikan pelayanan terbaik dan sekaligus untuk berbagi pengetahuan, pihak lapas membuat inovasi dengan membentuk kader kesehatan yang kesemuanya adalah warga binaan pemasyarakatan.

Pemilihan dan pengangkatan kader ini melalui assessment resiko dan kebutuhan yang dilakukan oleh Bagian Seksi Pembinaan Narapidana (Binapi) Lapas Tenggarong bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Samarinda yang bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko yang dimiliki oleh warga binaan jika diangkat menjadi kader kesehatan, selanjutnya hasil tersebut dibahas dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan guna mendapatkan persetujuan.

Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menuturkan bahwa saat ini sudah ada sebanyak 15 kader kesehatan. Pengangkatan kader kesehatan ini sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan bagi warga binaan disamping juga bertugas dalam membantu tenaga medis juga melakukan jemput bola bagi warga binaan yang alami sakit, karena menurutnya masih banyak warga binaan yang tidak mau menyampaikan keluhan kesehatannya. 

"Ini adalah salah satu inovasi kami dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga binaan," kata Agus Dwirijanto, Senin (21/6/2021). 

Untuk diketahui Klinik ini sudah resmi berfungsi sejak setahun terakhir, setelah memperoleh izin operasional klinik yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 11 Mei 2020. Banyak proses yang dilalui, dan memakan waktu hampir 2 tahun lamanya. Meskipun demikian tidak mematahkan semangat agar Klinik Lapas Tenggarong bisa makin eksis dalam memberikan layanan terbaik tidak hanya bagi warga binaan dan petugas.

Sementara itu dr. Wildan Mauliddina yang sejak tahun 2017 bertugas sebagai dokter umum di klinik Lapas Tenggarong menyampaikan, bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya kader kesehatan ini. Selain dapat membantu pekerjaan medis, juga dapat dirasakan perannya setiap pelaksanaan kegiatan kesehatan yang dilaksanakan di lapas baik itu sifatnya internal lapas maupun yang diselenggarakan oleh Dinkes Kukar. Diantaranya pekerjaan yang rutin dilaksanakan adalah screening TB-HIV yang tiap tahun dilaksanakan, dan membantu memeriksa dan mendampingi dalam kegiatan pengambilan sample dari seluruh warga binaan. " Keberadaan mereka sangat membantu kami, meberikan pelayanan kesehatan," jelasnya.

Deki salah satu warga binaan mengaku bangga diangkat menjadi kader kesehatan oleh pihak Lapas Tenggarong. Dirinya merasa beruntung dapat kepercayaan ini, yang bisa dimanfaatkan untuk membantu kegiatan medis di klinik. Melalui perannya ini dirinya sering mendatangi kamar-kamar hunian, untuk mengkampanyekan gerakan hidup sehat kepada warga binaan. 

"Sangat senang menjadi bagian dari Klinik Lapas Tenggarong, dapat menambah wawasan keilmuan, membantu kegiatan medis di klinik dan kampanye gerakan hidup sehat di kamar-kamar hunian," terangnya.

Dirinya menambahkan setelah diangkat menjadi kader, dia beserta teman-teman kader lainnya menjalani pelatihan untuk pengenalan dasar tentang kesehatan, seperti pengunaan alat tensi untuk pemeriksaan tekanan darah serta mencatat data kesehatan dari warga binaan. 

Kegiatan kader kesehatan sendiri bekerja setiap hari kecuali di hari Jumat dan Minggu, dimulai dari jam 08.00 s.d 15.00 WITA. Khusus hari Jum'at dilakukan kegiatan Jum'at bersih dengan mendatangi setiap kamar hunian dan mengecek kebersihan sarana MCK yang tersedia di kamar hunian. (kn1)