Kebun PKK RT Didorong Jadi Sarana Pendukung Pencegahan Stunting di Loa Janan
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemberdayaan masyarakat melalui kebun Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat rukun tetangga (RT) di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan perlombaan. Program tersebut berpotensi dikembangkan sebagai sarana edukasi keluarga, termasuk dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kebun PKK agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan HUT Desa Purwaja ke-44 dan hari jadi desa ke-64 yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan lomba kebun PKK RT, Rabu (14/10/2026)
"Kebun PKK dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan positif," ujar Hery.
Selain itu, menurut Hery, kebun PKK juga dapat memperkuat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan keluarga. Apabila dikembangkan dengan baik, kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pentingnya konsumsi pangan beragam dan bergizi.
"Setelah kegiatan selesai, kebun harus tetap dipelihara, dirawat, dan dijaga keberlangsungannya. Kita ingin manfaatnya terus dirasakan masyarakat, termasuk untuk mendukung kesadaran keluarga terhadap pentingnya pangan dan gizi,” ujarnya.
Ia menilai, upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat, bukan hanya mengandalkan pelayanan tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai pemenuhan gizi anak perlu berjalan beriringan dengan kebiasaan keluarga dalam menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang.
Hery berujar, keberadaan kebun PKK dapat ditempatkan sebagai salah satu sarana pendukung edukasi pangan dan gizi, berdampingag dengan solusi lain dalam peanganan stunting. Pemenuhan gizi anak tetap harus memperhatikan kecukupan nutrisi, pola pengasuhan, kesehatan ibu, serta pemantauan pertumbuhan melalui posyandu.
Hery mengatakan, kekompakan masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga. Ketika warga terlibat aktif, program pemberdayaan dapat berkembang sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing.
“Yang kita dorong bukan hanya hasil lombanya, tetapi bagaimana masyarakat terus bergerak bersama. Kalau kebun ini dirawat secara berkelanjutan, kegiatan tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk memperkuat edukasi keluarga, termasuk tentang makanan bergizi dan pencegahan stunting,” katanya.
Ia berharap kebun PKK yang telah dibangun masyarakat dapat dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi RT lainnya. Pemerintah kecamatan juga mendorong agar kegiatan PKK di tingkat RT dan desa dapat bersinergi dengan program kesehatan yang dilaksanakan melalui posyandu dan puskesmas.
Hery berharap, dengan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, pemberdayaan PKK tidak hanya memperkuat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga membantu membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.
"Hasil dari kebun PKK itu rata-rata obat, dan itu sangat baik dalam upaya kita mengawal penurunan stunting," pungkas Hery. (adv/dsikominfokukar/stg/zal/rhi)
adminKN 