Penanganan Stunting Melalui Sinergi Program OPD

Penanganan Stunting Melalui Sinergi Program OPD

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi terkait penanganan stunting di wilayah bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait. Pertemuan digelar di Ruang Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan PPM Bappeda Kukar, Gamal Abdul Aziz. Selasa (14/5/2024).

 

Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan ini diantaranya capaian kinerja penanganan stunting triwulan I dan perumusan rencana integrasi program - program penurunan stunting.

 

"Pertemuan ini persiapan untuk rakor stunting dan kemiskinan tahun 2024. Agenda yang dibahas yakni monitor progres kegiatan penanganan stunting di masing-masing OPD, progress draft peraturan bupati, progress draft SK TPPS, progress SK Lokus 2025, inputan Aksi Bangda, rencana integrasi kegiatan stunting, identifikasi data dan rumusan kegiatan melalui kertas kerja," jelas Gamal Abdul Aziz saat memimpin pertemuan.

 

Melalui pertemuan ini diharapkan masing - masing OPD bisa menjalankan program yang sesuai dan selaras dengan tindakan penanganan stunting, sehingga target nasional dan Pemerintah Kabupaten Kukar bisa tercapai. Saat ini angka stunting di Kukar masih di 17 persen, kerja bersama dari masing-masing pihak sangat dibutuhkan agar target nasional yakni diangka 14 persen bisa tercapai.

 

"Utamanya yang ada di maping aksi bangda, program  sub kegiatannya. Kemudian terakhir rencana instagrasi kegiatan stunting ini, Alhamdulillah kita sudah punya rumahnya tinggal kita lengkapi dengan kertas kerja ini," tambahnya.

 

 

Disisi lain masyarakat juga penting untuk diberikan pemahaman dalam pencegahan dan penanganan stunting. Diantaranya memberikan pemahaman kepada ibu hamil untuk mengonsumsi makanan bergizi, terutama di fase 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni sejak terbentuknya janin saat kehamilan sampai dengan anak berusia 2 tahun.

 

Mengonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan di 1.000 HPK sangat penting, karena di periode tersebut organ-organ vital pada anak terus mengalami perkembangan, seperti otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya.

 

Tidak kalah pentingnya yang terus dilakukan dalam pencegahan stunting seperti pemberian vitamin dan tablet tambah darah bagi remaja putri, karena para remaja putri merupakan generasi penerus yang sekaligus calon ibu, sehingga melalui asupan gizi yang diberikan rutin, mereka tumbuh sehat dan dapat melahirkan generasi sehat. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)