Pengembangan Sektor Benih Jagung Komposit di Kukar

- Dukung Program Revolusi Jagung

Pengembangan Sektor Benih Jagung Komposit di Kukar

kukarnews.id - TENGGARONG - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Komisi VI DPR RI mengembangkan benih jagung komposit untuk varietas Lamuru. Sebanyak 9 hektar lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipersiapkan oleh Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar bersama kelompok tani untuk pengembangan benih ini. 


Kepala BPTP Kaltim, Fausiah T Ladja menjelaskan dari 9 hektar tersebut berlokasi di 2 kecamatan, yakni 8 hektar di kecamatan Tenggarong dan 1 hektar di kecamatan Sebulu. Nantinya dari lahan tersebut akan dilakukan panen dan ditargetkan menghasilkan 9 ton benih jagung komposit. Selanjutnya hasil benih ini akan dilaporkan dan diserahkan kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI G Budisatrio Djiwandono selaku mitra BPTP Kaltim. "Nanti akan diserahkan ke petani lainnya di Kaltim," jelasnya. Selasa (3/8/2021).


Lanjut Fausiah, bahwa sebelum tertanam varietas ini sudah tersertifikasi. Potensi hasil panennya 8,5 ton per hektar dan tahan penyakit yang biasa dikeluhkan para petani jagung. "Lebih tahan menghadapi penyakit bulai dan karat daun," terang Fausiah.


Jenis jagung komposit ini berbeda dengan jagung hibrida yang biasa dikonsumsi masyarakat. Jenis ini digunakan untuk pakan ternak dan bisa hasil panennya bisa dibuat untuk bibit lagi. Varietas Lamuru berumur 105 hari dari masa tanam hingga bisa dipanen. Sejak awal penanaman hingga panen saat ini, pihaknya terus melakukan pendampingan. Tidak ada keluhan dan petani sangat terbantu. "Mereka sangat puas dengan kegiatan ini dan berharap ada kegiatan lanjutan," tambahnya.


Dipilihnya Kabupaten Kukar karena pihaknya melakukan pemilihan lokasi sesuai dengan koordinasi bersama pihak tenaga ahli. Kukar dipilih sebagai wilayah sentra jagung di Kaltim dan harapannya benih dan tanahnya cocok. Selain lokasi dinilai cocok petani yang diberikan kooperatif serta bisa melaksanakan inovasi yang diajarkan. "Sebelumnya kita bimtek bagaimana jarak tanam, pupuk dan sebagainya," terangnya.


Secara umum kendala awal yang dihadapi para petani dalam pengembangan sektor jagung adalah ketersediaan benih. Untuk itu tujuan yang dilakukan pihaknya adalah ini menghasilkan benih dengan harapan paling tidak masalah klasik kelangkaan benih oleh petani bisa teratasi. Selain itu pihaknya memiliki target jangka panjang agar pemerintah bisa membangun pabrik pakan sehingga bisa mengambil hasil petani setempat yang dikembangkan untuk diproduksi.


"Lebih fokus disini, sebenarnya mendukung revolusi jagung Pemkab Kukar, mendukung kegiatan pemerintah,"ucap Fausiah.


Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji saat menghadiri panen jagung koposit ini menjelaskan jika hasil pengembangan bersama BPTP Kaltim cukup luar biasa. Hasil panen akan digunakan menjadi bibit kembali dan akan dikirim ke daerah lain di Kalimantan Timur untuk turut dikembangkan lagi. 


“Tindak lanjut kedepannya akan kita pikirkan, apakah memperluas lahan atau menambah mesinnya, kita berharap tidak hanya hulunya saja, tapi hilirnya juga,” kata Politisi Gerindra ini.


Menurutnya ini suatu langkah yang cukup baik untuk masyarakat Kaltim di masa pandemi ini, mereka masih bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna. Pihaknya berharap kerjasama ini tidak hanya sampai disini, nantinya ingin dikembangkan lagi sehingga budidaya jagung sebagai salah satu pusat pengembangan holtikultura. Hal ini juga sesuai arahan Ketua Umum Prabowo Subianto yang menyampaikan agar masyarakat bisa diberdayakan. "Untuk swasembada pangan, meningkatkan ekonomi kerakyatan pada umumnya," tuturnya.


Seno Aji juga juga menyampaikan bahwa pihaknya berdiskusi dengan BPTP Kaltim apa saja yang diperlukan. Informasinya petani juga mengalami kesulitan untuk pengeringan jagung. Jika kedepan sangat bagus prosfeknya maka pihaknya akan segera memberikan anggaran kepada kelompok tani untuk bantuan alat mekanisasi pengeringan jagung. " Agar mereka bisa lebih mudah melaksanakan aktifitasnya," ucapnya.


Sementara itu Taufik selaku Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Distanak Kukar menyebutkan bahwa program pembenihan ini menjadi sebuah terobosan baru, karena memang penangkar benih khususnya jagung ini sangat minim bahkan tidak ada. "Artinya ini merupakan peluang untuk penyediaan benih di lokal," ucapnya.

 

Ketersediaan benih selama ini datang dari luar daerah melalui BPTP Kaltim yang sebagian merupakan hasil dari penelitiannya, produsen benih dari Litbang di pulau Jawa dan Sulawesi. Belum diproduksi di daerah Kukar karena memang belum ada penangkarnya. "Tahun ini Alhamdulillah sudah terbentuk penangkar di kelompok ini, di 2 lokasi yang difasilitasi yakni di Loa Ipuh  Tenggarong dan Manunggal Daya Sebulu," terangnya.


Program ini juga menunjang program Pemkab Kukar tentang revolusi jagung. Sehingga secara otomatis langkah ini sebagai dasar pemenuhan kebutuhan bibit yang diperlukan guna mencapai target seluas 30 hektar lahan tanaman jagung yang ditetapkan oleh pemerintah. "Diperlukan penangkar untuk menyuplai  benih yang diperlukan tadi, ini merupakan tahap awal harapan kita akan berkembang terus untuk penangkar lainnya," terang Taufik.(adv/dkom/kn1)