Distanak Kukar Perkuat Pasokan Telur dan Daging untuk Tekan Stunting

Distanak Kukar Perkuat Pasokan Telur dan Daging untuk Tekan Stunting

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) memperkuat intervensi penanganan stunting dari sektor hulu. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan peternakan sekaligus penyediaan sumber pangan bergizi berupa telur dan daging.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar, Moh. Rifani mengatakan, penanganan stunting menjadi salah satu bagian dari program yang dijalankan Distanak melalui penyediaan dan pengembangan sarana peternakan dan pertanian.

“Kalau secara khusus di Distanak itu untuk menangani program stunting masuk di program penyediaan dan pengembangan sarana peternakan dan pertanian,” kata Rifani, Senin (21/9/2026)

Menurutnya, intervensi tersebut lebih banyak diarahkan pada sektor peternakan. Salah satunya melalui bantuan kepada peternak untuk memastikan ketersediaan sumber pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Bukan tanpa alasan, hal ini sangat berkaitan, terutama dalam menjamin ketersediaan telur dan daging sebagai salah satu instrumen utama dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi.

“Bentuknya adalah bantuan untuk peternak dan lain sebagainya. Jadi lebih ke peternakan. Itu penyediaan telur dan daging untuk memastikan setiap lokusnya terpenuhi,” jelasnya.

Rifani menyebut program pengembangan ayam petelur menjadi salah satu upaya yang terus didorong. Selain berkaitan dengan penanganan stunting, pengembangan tersebut juga memiliki fungsi lain karena produksi telur dapat menjadi salah satu bahan baku dalam pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Karena dia bagian dari program strategis, jadi untuk pengembangan ayam petelur mudah-mudahan tetap bisa kita jalankan. Karena nanti ada fungsi lainnya juga. Telur ini kan dalam rangka pemenuhan bahan baku untuk MBG,” ujarnya.

Selain ayam petelur, Distanak Kukar juga mendorong pengembangan ayam pedaging. Produksi tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan daging sekaligus menjadi bagian dari upaya intervensi stunting.

“Yang kedua ayam pedaging. Ayam pedaging tetap dalam rangka untuk penanganan stunting juga,” tutur Rifani.

Ia menambahkan, intervensi sektor pertanian dan peternakan dilakukan dengan melihat kebutuhan masing-masing wilayah. Bantuan ternak, bibit ternak, pakan ternak hingga penguatan kawasan pakan menjadi bagian dari langkah yang ditempuh Distanak Kukar.

“Yang kita lakukan itu bantuan-bantuan ternak, bantuan bibit-bibit ternak, bantuan pakan ternak, penguatan-penguatan kawasan untuk pakan ternak,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/stg/zal/rhi)